oleh

Masih Berisiko Tinggi, Presiden Tunda Masuk Sekolah

POSKOTA.CO – Penularan Covid-19 masih berisiko tinggi, Presiden Jokowi memutuskan untuk menunda masuknya sekolah.

Hal tersebut disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy. “Presiden tidak ingin penerapan new normaldi sekolah diterapkan secara ‘grusa-grusu’,” paparnya memanggapi rencana new normal disektor pendidikan.

Pihaknya akan membahas khusus kapan masuk sekolah bersama Kemendikbud.”Saran Pak Presidn harus benar-benar digodok secara matang penerapan new normal di lingkungan sekolah,”tegas menko.

Muhadjir Effendy menilai untuk penerapan new normal di sekolah masih sangat berisiko jika dilakukan dalam waktu dekat,.

Sebab,  protokol keselamatan di sekolah berbeda kondisinya dengan sektor umum lainnya, apalagi yang dihadapi anak-anak.

Dirinya tidak ingin, sekolah justru menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona.Jika ini terjadi, maka selain berdampak buruk pada siswa, pemerintah juga akan mendapatkan sorotan buruk dari publik.

“Citranya kurang bagus atau bahkan membahayakan karena ini menyangkut anak-anak,” ujar Menko.

Untuk mengantisipasi terjadinya risiko tersebut, pemerintah bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masih terus mengkaji kemungkinan kapan masuk sekolah.

Sebelumnya pemerintah  menetapkan  kalender pendidikan Indonesia, sekolah masuk ajaran baru pada 13 Juli 2020.

Terpisah, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengungkapkan dari 80 persen responden yang berasal dari orang tua menolak sekolah dibuka kembali saat tahun ajaran baru meskipun dengan aturan new normal.

“Para orangtua tetap khawatir karena situasi pandemi yang masih belum menentu redanya,” ujarnya. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *