POSKOTA.CO – Maksum Zuber menyampaikan Selamat atas terselenggaranya Kongres XX IPNU dengan mengusung tema “ Akselerasi Pelajar untuk Indonesia Maju “ mulai tanggal 12-15 Agustus 2022, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, dan selamat “ belajar, berjuang dan bertaqwa kepada ALLAH SWT.
Pada Konggres XI IPNU tanggal 23-27 Desember 1991 di Lasem Rembang Rekan Zainut Tauhid Sa‘ady ( saat ini Wamenag RI, 2019-2024) terpilih sebagai Ketua Umum dan Rekan Maksum Zuber itu dipercaya menjabat Sekjen PP IPNU
Alhamdulillah IPNU terus melaju mengikuti perkembangan dan kemajuan dunia yang serba kompetitif, kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi di era digital, dan yang membanggakan bagi kami sebagai alumni IPNU adalah kader-kader IPNU secara akademis memiliki bobot dan SDM yang mumpumi, InsyaALLAH saat ini dan masa akan datang NU tidak kekurangan SDM akademik yang Sarjana S1, S2, Doktor dan Profesor. Demikian Maksum menyampaikan dari Ponpes Al-Ma’hadun Nidzom Semboro-Jember.
Insya ALLAH IPNU telah siap dipanggil NU untuk mengisi posisi-posisi strategis baik untuk di Eksekutif ( Birokrasi atau PNS ), Yudikatif maupun Legislatif.
Maksum yang pernah menjabat sebagai Sekjen IPNU menyerukan agar Kongres ke XX saat ini:
1. Lebih memasifkan kaderisasi baik di Pusat sampai ke PAC-PAC IPNU (IPNU ditingkat Kecamatan ) sesuai dengan pedoman pelatihan kaderisasi IPNU
2. Ditingkatkan koordinasi dan komunikasi dengan sekolah-sekolah di lingkungan LP Maarif NU dan Pesantren-pesantren di lingkungan NU serta Sekolah-sekolah Umum lainnya.
Dengan semakin masifnya kaderisasi IPNU, Insya ALLAH ilmu pengetahuan yang diperoleh dari sekolah-sekolah dan Universitas / akademisi dan Ilmu Keagamaan yang berbasis Pondok Pesantren serta Kultur dan Nilai-Nilai Aswaja An-Nahdliyah yang menerpa keseharian kader IPNU menyatukan langkah, tekad dan Ikhlas berkhidmat untuk NU, tambah Maksum.
Mudah-mudahan dimasa akan datang bermunculan kader-kader IPNU sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Karena kader IPNU adalah kader NU sangat paripurna untuk mengemban tugas NU dan Bangsa Indonesia.

Sekilas tentang IPNU
Pada Muktamar NU ke-20 di Surabaya pada tanggal 9-14 September 1954, IPNU secara resmi diakui sebagai satu-satunya organisasi pelajar putra yang berada dalam naungan NU.
Sebelum IPNU resmi jadi Banom NU, muncul organisasi pelajar NU seperti Persatuan Pelajar Nahdlatul Oelama (PERPENO) yang lahir tanggal 13 Juni 1953 di Kediri, Ikatan Siswa Mubalighin Nadlatul Oelama (IKSIMO) yang lahir pada kisaran tahun 1952 di Semarang, adapula Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Oelama (IPINO) yang lahir tahun 1953 di Bangil, dan di Surakarta pada 27 Desember 1953 lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Oelama (IPNO).
Sementara di Malang,tercatat pernah lahir Persatoean Moerid NO (PAMNO) pada tahun 1941, di Madura terlahir Ijtima uththolabiah (Persatuan Siswa) pada tahun 1945 dan setahun kemudian di Sumbawa terlahir Ijtima uth-tholabah (ITNO). Secara ringkas, organisasi-organisasi diatas masih bersifat kedaerahan dan berjalan dengan sendiri-sendiri.
Kegiatannyapun masih bersifat rutinitas seperti tahlilan,yasinan, barzanjian/ diba‘an dan semacamnya. Diantara mereka tidak saling terkoordinsasi dengan baik, sehingga berakibat tidak saling kenalnya antara satu dengan yang lain, walaupun secara ideologis berada dalam satu mainstream yang sama, yaitu NU.
Desakan akan kebutuhan terhadap wadah pembinaan pelajar NU disambut dengan momentum diselenggarakannnya Konferensi LP. Ma‘arif di Semarang pada bulan Februari 1954. Sehingga, gagasan progresif kaum muda NU tersebut dijadikan sebagai salah satu agenda pembahasan dalam pelaksanaan Konferensi.
Secara ringkas, akhirnya dalam Konferensi LP Ma‘arif kala itu, berhasil mengesahkan berdirinya organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang saat itu bertepatan pada tanggal 24 Februari 1954/ 20 Jumadil Akhir 1373 H. walhasil, tanggal inilah yang dinobatkan sebagai hari lahirnya organisasi pelajar NU pada skala nasional.
Jenjang Pelatihan kader IPNU terdiri dari: a. Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) b. Pelatihan Kader Muda (LAKMUD) c. Pelatihan Kader Utama (LAKUT) d. Latihan Instruktur (LATIN ) e. Latihan Instruktur Nasional (LATINNAS )







Komentar