oleh

LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Tembus 53,5 Persen, Menang Satu Putaran Semakin Terbuka

JAKARTA – Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran sudah lebih dari 50 persen. Pasangan nomor urut 02 itu berpeluang besar memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran.

Peneliti Senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, survei yang selesai mereka lakukan pada 6 Februari atau delapan hari jelang pemungutan suara itu menemukan bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 53,5 persen. Pasangan tersebut unggul telak dibanding dua kompetitornya, Anies-Muhaimin yang elektabilitasnya 21,7 persen dan Ganjar-Mahfud dengan tingkat keterpilihan 19,2 persen.

Adapun responden yang belum menjawab/rahasia/tidak tahu sebesar 5,5 persen. Lalu, ada 0,1 persen responden yang salah mencoblos mengingat survei dilakukan dengan cara simulasi pencoblosan surat suara.

“Dengan elektabilitas 53,5 persen, artinya Prabowo-Gibran terbuka peluangnya untuk menang di Pilpres 2024 pada 14 Februari nanti dengan satu putaran saja,” kata Adjie, saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta, Jumat (9/2/2024), sebagaimana dilansir dari rilis yang didapat POSKOTAONLINE.COM.

“Dalam satu bulan (Januari ke Februari 2024) terjadi kenaikan 6,9 persen untuk Prabowo-Gibran. Dalam satu minggu (akhir Januari ke awal Februari 2024) terjadi kenaikan 2,8 persen. Jika tren ini bisa terus di pertahankan maka satu putaran kian terbuka lebar,” tambahnya.

Namun, ada tiga hal yang menurut LSI Denny JA bisa membatalkan satu putaran. Faktor tersebut seperti golput tidak proporsional di pemilih Prabowo-Gibran, beralihnya pemilih soft supporters, dan blunder yang fatal Prabowo-Gibran di sisa waktu Pemilu 2024.

Dukungan Prabowo-Gibran, katanya, meningkat di tujuh area seperti; pemilih muda, wong cilik, pemilih minoritas, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat hingga meningkatnya pengenalan/kesukaan Prabowo-Gibran.

Survei ini menggunakan metode tatap muka (face-to-face interview) dengan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Survei dilakukan pada tanggal 26 Januari-6 Februari 2024. Margin of error survei ini +- 2,9 persen. (*/rel/din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *