oleh

Korem 174 Bersama Forkopimda Merauke Ikut Rakornas Pengendalian Karhutla secara Daring

POSKOTA.CO – Kepala Staf Korem 174/ATW (Kasrem 174/ATW) Merauke Kolonel Inf Agustinus Dedy Prasetyo mewakili Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko bersama Forkopimda Kabupaten Merauke mengikuti pengarahan Presiden Republik Indonesia secara virtual tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021 di Ruang Winay Lantai 3 Kantor Bupati Merauke, Jalan Brawijaya, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke.

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021 dipimpin oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2/2021).

Video conference diikuti pula dari unsur Forkopimda Kabupaten Merauke Ruslan Ramli SE, MSi (Plh bupati Merauke/sekda Merauke), AKBP Ir Ahmad Untung Surianata (kapolres Merauke), I Wayan Sumertayasa SH (kajari Merauke), Kolonel Enjang SIP (kasi Intel Korem 174/ATW), Letkol Inf Ganiahardi (kasiter Korem 174/ATW, Letkol Czi Muh Rois Susilo ST (dandim 1707/Merauke) dan Elias Refra (kasatpol PP Merauke), dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla Tahun 2021 diawali oleh laporan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Dr Mahfud MD yang menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluası bersama dan mendapatkan amanah untuk mengendalikan Karhutla bersama perangkat daerah dı provınsi yang rawan Karhutla, sehingga perlu dilakukan upaya deteksı dini, patroli terpadu dan pengendalian pemadaman disetiap titik api yang muncul dengan melaksanakan penetapan siaga darurat lebih dini serta melakukan upaya penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Sementara itu dalam pengarahannya seperti dilansir dari siaran pers Penrem 174 Merauke, Presiden RI menyampaikan secara tegas dan mengingatkan kepada para pejabat gubernur, bupati, wali kota, pangdam, kapolda, danrem, dandim dan kapolres terutama kepada pejabat-pejabat baru yang berada di daerah rawan bencana karhutla. Apabila di wilayah ada kebakaran dan membesar serta tidak tertangani dengan baik, maka akan berisiko kepada pencopotan jabatan. (*/rel)

 

 21 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *