oleh

Ketua IDI Jakarta Barat Imbau Rekan Seprofesinya untuk Aktif sebagai Peserta JKN

JAKARTA-Cecilia Padang sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) turut mengimbau rekan IDI lainnya untuk aktif sebagai peserta JKN. Hal ini disambut baik oleh rekan IDI lainnya yang juga menganjurkan tiap pasiennya untuk menjadi peserta aktif JKN agar dapat merasakan manfaat dalam Program JKN. Pasalnya, dengan era transformasi mutu layanan ini mutu layanan peserta JKN juga terus ditingkatkan dengan lebih mudah, lebih cepat, serta kesetaraan antar pasien tanpa adanya diskriminasi.

“Adanya Program JKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena selain persyaratannya yang sudah semakin dipermudah untuk menjadi peserta, pelayanan yang diperlukan para pesertanya juga bisa didapatkan dengan lebih mudah. Adanya antrean online melalui aplikasi Whatsapp maupun Mobile JKN ini membuat masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ataupun berdesakan menunggu di depan klinik atau Fasilitas Kesehatan (Faskes) tempat mereka berobat. Bahkan, pasien dalam keadaan darurat juga dapat labgsung ditangani di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujar Cecilia.

Bukan hanya Cecilia, namun kerabat IDI lainnya juga memiliki pengalaman serupa terkait pelayanan dari fasilitas yang mereka dapatkan. Menurut Cecilia, bukan hanya dalam pelayanan yang meninggalkan kesan baik namun juga kehebatan dari berobat secara gratis yang tentu membantu perekonomian masyarakat Indonesia terutama kalangan menengah ke bawah. Menurutnya, hal ini sangat luar biasa untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan yang terbaik masih bisa dirasakan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Dengan itu, kesehatan masyarakat turut terjamin.

“Bagaimana para petugas kesehatan memberikan pelayanan juga turut menyertakan informasi dengan sangat jelas bagi para peserta JKN yang hendak berobat. Bukan hanya petugas kesehatan, namun di rumah sakit juga ada rekan-rekan BPJS Kesehatan yang stand by untuk membantu melayani kendala yang ada di rumah sakit, sehingga dapat langsung selesai dengan lebih cepat dan mudah dengan bantuan mereka. Ini merupakan hal penting terutama bagi pasien-pasien penyakit kronis. Para pasien mendapatkan control penuh terhadap perawatan khusus untuk penyakit yang mereka derita,” tuturnya.

Program JKN Tidak Melakukan Diskriminasi Pasien

Cecilia mengakui, bahwa selama ini Program JKN tidak melakukan diskriminasi pasien, baik pasien peserta JKN maupun pasien umum lainnya. Bahkan, Cecilia sebagai sosok dari organisasi profesi juga tetap diberikan pelayanan yang sama. Tidak dijadikan pasien prioritas tanpa adanya gejala khusus yang bersifat daruray. Namun, BPJS Kesehatan dapat tetap mempertahankan mutu layanan dan sesuai dengan standar operasional. Sama halnya dengan alat kesehatan yang telah memenuhi syarat sesuai dengan diagnostik dan pelengkap pemeriksaan tambahan.

“Tentu saja, dengan adanya transformasi mutu layanan ini pelayanan menjadi lebih cepat dan lebih terarah, lebih nyaman untuk para pesertanya. Tidak perlu mempertimbangakan bayar untuk asurasni lain, apalagi pelayanan yang didapatkan juga sama saja. Sekarang ini tentu lebih cepat karena sudah ada antrean online. Antrean online ini dapat kita cek secara berkala melalui Aplikasi Mobile JKN, sehingga kita dapat memperkirakan waktu kedatangan sesuai dengan jadwal dokter praktik. Dengan itu, kita tidak perlu berdiri lama sejak pagi hari untuk mengantre. Program JKN mengalami peningkatan dalam mutu pelayanan yang cukup signifikan dengan menyesuaikan era teknologi tiap masanya,” kata Cecilia.

Cecilia turut berbagi pesan dan menganjurkan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta aktif dalam Program JKN untuk segera mendafar, karena tidak banyak persyaratannya namun manfaat yang akan didapatkan nantinya sungguh luar biasa. Cecilia turut berpesan untuk meninggalkan pikiran terkait antrean panjang dan ketidak-sediaan obat, karena semua stigma negatif tersebut tidak dapat dibuktikan dari pengalaman peserta JKN itu sendiri. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *