oleh

Kementerian PUPR Bangun Jembatan Gantung Antardesa di Kabupaten Serang Banten 

-Nasional-56 views

POSKOTA.CO – Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten, membangun jembatan gantung antar Desa Mekar Baru dan Desa Cikokok, Kec.Petir, Kab.Serang. Diharapkan pembangunan jembatan ini,  tuntas akhir Desember 2020.

“Ini, atas usulan dari Komisi V DPR-RI dari Banten. Salah satunya jembatan ini, setelah itu dari balai melakukan survei tentang kelayakannya,” kata  Wida Nurfaida, ST.MT, Ka BPJN Balai Pelaksana Jalan Nasional, Banten, didampingi Jonathan Hendrik,Sat, MEng Kasatker PJN1 Banten pada peninjauan lapangan media,  Minggu (22/11/2020).

Menurut Wida, kondisi jembatan lama penghubung antar desa sangat tidak layak meski dalam area satu kecamatan. Jembatan baru sangat dibutuhkan mengingat saat  kali meluap berisiko warga yang melintas jembatan lama tidak bisa lewat.

“Kontrak 31 Desember selesai, tapi kami minta dipercepat sebelum tanggal 20 Desember, dengan nilai kontrak Rp2,6 Miliar,” tuturnya.

Ia mengakui, selama pengerjaan tidak ada kendala berat.Kendala lahan biasanya, setelah survei ternyata tidak ada masalah. “Kita bangun jembatan saja, kita minta perawatan dan akses masuk dilakukan Pemkab Serang,” tuturnya.

Sementara menurut, Pjs. Mudzakir, Kepala Desa, Mekar Baru, Kec Petir, Kab.Serang saat berada di area konstruksi jembatan gantung di Kampung Cidokdok, RT 06/02, kondisi jembatan lama dengan lebar sekitar 1,5 meter tanpa dilengkapi sayap kondisinya tidak kayak. Banyak warga yang melintas mengalami kecelakaan, dan kondisi area jembatan kalau malam gelap gulita.”Tidak sedikit warga terjatuh, saat melintasi jembatan ini, karena juga kondiai gelap dan tidak ada sayap pagar. Kondisi kali juga agak curam sekitar 6 meter,” karanya.

Bahkan, lanjut Mudzakir, apabila kondisi hujan deras, kalinya meluap dan menutupi jembatan lama. Kalau kondisi begini, warga tidak dapat melintas, sehingga harus berputar arah sekitar 2 km untuk menyeberang ke desa sebelah. “Dengan dibangunnya  jembatan baru yang cukup tinggi dan lebih kokoh diharapkan menjadi  solusi untuk menyelesaikan kendala akses antar desa di sini,” tambahnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *