oleh

Kemendikbud Bekerjasama dengan LAN Gelar PKN Tingkat II   

POSKOTA.CO-Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerjasama dengan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  menggelar kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan VI tahun 2021. Kegiatan yang diikuti oleh 60 orang peserta tersebut bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial JPT Pratama.

“Kompetensi yang dikembangkan dalam PKN Tingkat II merupakan kompetensi kepemimpinan strategis yaitu kompetensi manajerial peserta untuk menjamin akuntabilitas jabatan,” kata  Plt. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan VI tahun 2021, Selasa (23/03/2021).

Menurut Ainun, kompetensi manajerial tersebut meliputi tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi, tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi, terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan  terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi.

Tema PKN Tingkat II Angkatan VI bersifat Tematik berdasarkan tema yang fokus pada kebutuhan sektoral atau isu strategis nasional tertentu. Adapun temanya yaitu ‘Membangun Kepemimpinan Strategis untuk Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Unggul’  dengan sub tema meliputi pertama gotong royong. Maksudnya adalah gotong royong antar stakeholder (pemerintah dan non pemerintah) untuk peningkatan kualitas Pendidikan dan Kebudayaan

Kedua Kolaborasi. Di sini ditekankan kolaborasi pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas Layanan Pendidikan dan Kebudayaan (Tata kelola pemerintahan).

Ketiga adalah Digitalisasi Pembelajaran dan Sekolah. Pemanfaatan TIK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran untuk membentuk SDM unggul (hybrid learning). Sehingga manajemen dan pengelolaan sekolah yang lebih sederhana.

Kemudian keempat adalah Pemajuan Kebudayaan. Meliputi pengembangan dan pemanfaatan 10 objek kebudayaan

Lalu selanjutnya adalah Kepemimpinan, dimana sinergi antar generasi dalam tata kelola pemerintahan yang efektif. Dan terakhir adalah Literasi yakni peningkatan kemampuan literasi. Meningkatkan budaya membaca, menulis, dan ilmu pengetahuan.

Pembelajaran PKN II

Untuk mencapai kompetensi Kepemimpinan Strategis pada PKN II lanjut Ainun, maka pembelajaran dilaksanakan melalui 4 agenda pembelajaran yakni agenda mengelola diri, agenda kepemimpinan strategis, agenda manajemen strategis; dan agenda aktualisasi kepemimpinan.

Peserta PKN Tingkat II seluruhnya berjumlah 60 orang, terdiri atas 50 orang dari Kemendikbud dan 10 orang peserta lainnya berasal dari Kepolisian 5 orang, BPK 1 orang, KPK 2 orang, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kahiyang 1 orang.

Adapun narasumber dan fasilitator pada PKN Tingkat II ini berasal dari Kemendikbud, Lembaga Administrasi Negara, profesional dan pihak lain yang kompeten di bidangnya.

Karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, maka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan VI jelas Ainun, diselenggarakan dengan menggunakan moda kombinasi atau blended learning. Pelatihan berlangsung sejak 23 Maret 2021 hingga 13 Juli 2001. Tahapannya mulai dari pelatihan klasikal, Taking Ownership yang dilaksanakan di instansi masing-masing peserta, pelatihan secara daring, implementasi Proyek Perubahan di instansi masing-masing peserta, dan tahap terakhir kembali dilaksanakan secara klasikal sejak tanggal 7 sampai dengan 13 Juli 2021.

Pada kegiatan tersebut, jelas Ainun, dilakukan Lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional yang bertujuan memfasilitasi peserta untuk mengaktualisasikan kepemimpinan strategis dan manajemen strategis berdasarkan tema penyelenggaraan PKN Tingkat II Angkatan VI Tahun 2021, yaitu “Membangun Kepemimpinan Strategis untuk Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Unggul. Fokus kegiatan dilakukan pada kebutuhan sektoral atau isu strategis nasional tertentu dengan mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi yang memiliki best practice.

“Produk pembelajaran yang akan dihasilkan oleh peserta dalam kegiatan VKN, yaitu membuat policy paper (kebijakan singkat) sebagai output yang akan disampaikan kepada pembuat kebijakan, dokumentasi masing-masing kelompok yang akan diadvokasi dan dipublikasi ke media, serta kemampuan peserta dalam melihat dan memantau tempat lokus visitasi,” tukas Ainun.

Lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional yaitu ke negara China dan India. Untuk China dengan lokus spesifik MEC (Ministry of Education of China), Codemao (Codemao adalah salah satu perusahaan pendiri platform pembelajaran online yang mengajarkan siswa mengenai coding), HTOU (Hainan Tropical Ocean University), NMC (National Meseum of China), JD.com.in (salah satu perusahaan e commerce), CRI (China Radio International)

Sedang untuk India dengan lokus spesifik NITI (China Radio International), NCGG (National Centre for Good Governance), NCERT (National Council of Educational Research and Training), ICCR (Indian Council for Culture Relation), IIGL (Indian Institute of Governance and Leadership) dan Dep.of School and Literacy

Adapun visitasi agenda pembelajaran bertujuan memfasilitasi peserta untuk menunjukkan kemampuan reflektif terkait dengan agenda pembelajaran kepemimpinan strategis dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, kunjungan ke lapangan sesuai dengan agenda pembelajaran. Keberhasilan peserta dinilai dari kemampuan peserta dalam melakukan refleksi atau mendapatkan lesson learnt dari hasil visitasi.

Lokus pada kegiatan visitasi agenda pembelajaran yaitu ke PT. KAI dan ke Universitas Muhammadiyah Malang yang dilakukan melalui virtual.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Adi Suryanto

Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Adi Suryanto saat membuka resmi kegiatan pelatihan kepemimpinan mengatakan kegiatan pelatihan kali ini dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19. Tetapi dalam situasi apapun sebagai ASN dilevel tertinggi memiliki tugas yang tak ringan, bagaimana kita harus hadir di tengah globalisasi, era disrupsi dan kondisi pandemi Covid-19.

“Krisis pandemi jangan membuat kita enggan belajar. kita harus tetap belajar,” kata Adi Suryanto.

Pandemi kali ini lanjutnya melanda semua negara, berbeda dengan pandemi-pandemi yang sebelumnya terjadi. Pandemi sebelumnya terjadi hanya di beberapa negara seperyi wabah kolera, SARS dan lainnya.

Pandemi diakui menuntut kita harus memiliki inovasi, agar kita terus bergerak. Sebab sebagai ASN kita tetap harus melayani kepentingan publik.

Diakui akibat pandemi Covid-19, lembaga pelatihan banyak yang menggeser dari klasikal ke zoom meeting. Metode ini pada awalnya sempat membuat protes sejumlah peserta terutama mereka yang usianya sudah tidak muda lagi. Agar peserta lebih nyaman maka strategi jadwal diberlakukan dengan mengkombinasikan antara klasikal dengan daring. (*/fs) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *