oleh

Kemenag dan Yayasan Shekinah Glory Gelar Doa Bersama untuk Bencana Sumatra

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Yayasan Shekinah Glory menggelar doa bersama atas tragedi bencana Sumatra di gedung serbaguna The Lord’s Vineyard, Serpong, Selasa (9/12/2025). Ratusan orang dari berbagai lintas agama, datang dari seluruh wilayah di Tangerang Selatan, campur jadi satu.

Staf Khusus Menteri Agama Gugum Gumilar mengatakan, doa bersama yang digelar untuk masyarakat di Sumatra merupakan yang kesekian kalinya dilakukan para pemuka agama. Di mana sebelumnya, doa bersama juga dilakukan di pesantren untuk mendoakan korban-korban bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatra.

“Untuk kali ini kami gelar dengan menggandeng Yayasan Shekinah Glory dengan mengajak semua pemuka agama yang ada di wilayah Tangerang Selatan. Melalui doa ini kita semua berharap tiga provinsi di Pulau Sumatra agar segera pulih, karena mereka adalah saudara kita,” kata Gugum, Selasa (9/12/2025).

Selain menggelar doa bersama, kata Gugum, pihaknya melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Banten juga menggelar kegiatan workshop penguatan penyuluh agama, juru dakwah, dan pewarta iman lintas agama di Tangerang Selatan. “Ini adalah momen yang sangat penting bagaimana kita mewakili kerukunan beragaman di Profesi Banten. Pertama, ini kita mengapresiasi Pak Menteri Agama, bulan ini adalah bulan toleransi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini juga, sambung Gugum, perayaan Natal yang akan dilakukan sebentar lagi bisa berjalan dengan lancar dan dengan penuh toleransi. Masyarakat bisa merayakan Natal di setiap daerah tanpa merasa mengurangi kegiatan apapun. “Oleh karena itu kita mari bersama-sama kita menujukkan aksi toleransi di kerukunan di Kota Tangerang Selatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Shekinah Glory Steven Eko Purwanto menambahkan, melalui kegiatan yang digelar para pemuka agama, pendakwah, pemberita Injil dan sebagainya, diharapkan bisa menyatukan visi seperti apa yang disampaikan Kementerian Agama. “Dengan begitu, keharmonisan, satu kesatuan, sesuatu yang damai, bisa muncul sehingga tidak menimbulkan keresahan dan hal-hal yang buruk di masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Steven, atas tragedi bencana di Pulau Sumatra, nantinya para pemuka agama juga akan menggalang dana untuk disalurkan ke warga di Sumatra Utara, di Aceh, dan di Sumatra Barat. Bahkan, pihaknya pun siap memfasilitasi kegiatan keagamaan lainnya di Yayasan Shekinah Glory bila nantinya diperlukan.

“Jadi memang tempat ini disiapkan untuk hal yang positif, dan ini yang untuk pertama kalinya digunakan untuk acara dari Kementerian Agama. Nantinya ini boleh dipakai untuk kepentingan yang lain-lain, tinggal disesuaikan saja jadwalnya,” tutup Steven. (*/ifand)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *