oleh

Kemen PPPA Dorong Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Ibu ke-96 dengan tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar Media Talk bertajuk “Pemberdayaan Perempuan”.

Acara ini menjadi platform diskusi mendalam mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan dalam berbagai sektor kehidupan, serta kontribusinya dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pembangunan berkelanjutan.

Tema “Perempuan Berdaya” yang diangkat kali ini menyoroti peran strategis perempuan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Kemajuan teknologi dan globalisasi menjadikan pemberdayaan perempuan kunci dalam mendorong kesetaraan serta keberlanjutan pembangunan di Indonesia.

Rini Handayani, Plt. Deputi Kesetaraan Gender Kemen PPPA, menyatakan bahwa Hari Ibu adalah momen penting untuk menghormati perjuangan perempuan serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pembangunan bangsa. “Dengan memberdayakan perempuan, kita membangun masa depan bangsa. Perempuan yang berdaya mampu memberikan dampak positif di berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, komunitas, hingga pembangunan nasional,” ungkap Rini dikutip Kamis (12/12/2024).

Logo Hari Ibu ke-96 yang memadukan kuntum melati, angka tahun, dan warna merah putih, melambangkan semangat perjuangan serta kesetaraan gender. Tema tahun ini juga memberikan apresiasi terhadap peran perempuan dalam mendukung pembangunan bangsa, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu strategis yang dihadapi.

Salah satu program unggulan yang diluncurkan dalam rangka Hari Ibu adalah Ruang Bersama Indonesia (RBI), yang merupakan pengembangan dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Program ini mencakup enam lokasi percontohan dan bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap perempuan, anak, serta kelompok rentan, sambil membentuk gerakan kolaborasi lintas sektor demi pembangunan yang inklusif.

Rini Handayani berharap, RBI dapat menjadi gerakan bersama yang akan mengubah pola pikir serta meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak di desa atau kelurahan.

Di sisi lain, Margaretha Hanita, Ketua Yayasan Ketahanan Perempuan dan Anak, menekankan pentingnya ketahanan perempuan di era digital. Perempuan kini menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital, ancaman kekerasan berbasis elektronik, dan keterbatasan akses terhadap teknologi.

Namun, menurut Margaretha, era digital juga menawarkan peluang besar bagi perempuan untuk berkembang, terutama dalam bidang e-commerce, pendidikan, dan kepemimpinan. “Kami mendukung perempuan untuk memanfaatkan transformasi digital dengan bersuara, berkarya, dan berbudaya. Perempuan harus menjadi pelaku aktif dalam pembangunan digital, tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pencipta dan inovator,” ujarnya.

Margaretha menambahkan, “Mari kita manfaatkan momentum ini untuk bersatu, memanfaatkan teknologi dengan bijak, serta mendukung perempuan untuk terus berkarya dan berbudaya demi Indonesia Emas 2045.”

Melalui Media Talk ini, Kemen PPPA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Melalui Hari Ibu, kami ingin menegaskan bahwa pergerakan perempuan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi masa depan Indonesia,” tutup Rini Handayani. (din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *