harmono 18/12/2018

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

TERWUJUD dan terpeliharanya keamanan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcar lantas) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Upaya-upaya mewujudkan dan memelihara kamsetibcar lantas sudah banyak dilakukan dengan berbagai upaya dan tindakan dari tindakan preemtif, preventif, represif hingga rehabilitasinya.

Salah satu upaya yang dilakukan Adira Insurence dengan Program IRSA (Indonesia Road Safety Award) untuk menilai tata kelola keselamatan untuk mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas pada kota/kabupaten. IRSA patut diapresiasi dan didukung implementasinya karena merupakan suatu kepedulian akan keselamatan.

Suatu kota/kabupaten dalam menerapkan tata kelola keselamatan jalan di wilayahnya dapat dilihat dari potret keselamatannya. Potret keselamatan menunjukkan situasi keselamatan daerah (kota/kabupaten, provinsi, dan Indonesia) yang bisa dibuat secara periodik dan berkala. Isi dari potret keselamatan mencakup informasi dan gambaran tentang:

  1. Peta wilayah yang menjadi: trouble spot (daerah rawan laka), black spot (daerah rawan kemacetan), jalur-jalur rawan langgar kecepatan dan langgar berat lainya, posisi-posisi kantor polisi dan pospol yang dapat ditunjukkan upaya-upaya penanganannya.
  2. 2. Sistem evaluasi Data: a. Laka (periode waktu tertentu, tingkat fatalitas, faktor-faktor penyebab laka (kecepatan, usia, kepemilikan SIM/kompetensi, kendaraan bermotor, jalan, alam; b. Pertumbuhan kendaraan bermotor (jenis-jenisnya); c. Pendapatan per kapita daerah; d. Pertumbuhan penduduk.
  3. Sistem Quick Response Time sebagai bentuk kecepatan penanganan saat terjadi masalah kamseltibcar lantas: a. Sistem Call Centre; b. Sistem K3I (komunikasi, kodal, koordinasi dan informasi); c. Kemitraan (ambulans, rumah sakit, pemadam kebakaran).
  4. Sistem edukasi dan peringatan dini sebagai bentuk kepekaan dan kepedulian akan keselamatan berlalu lintas: a. TAEW (Traffic Accident Early Warning); b. Pra ELE (pemanfaatan media sosial); c. Prediksi terjadinya laka di suatu daerah/jalur.

Potret keselamatan menjadi kewajiban kita semua untuk mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas. Kamselibcar lantas merupakan kebutuhan bagi warga masyarakat untuk dapat hidup tumbuh dan berkembang. Keamanan dalam berlalu lintas adalah situasi dan kondisi yang didukung dengan sistem-sistem dengan standar keamanan sehingga memberikan dampak tidak adanya rasa ketakutan/kekhawatiran maupun adanya ancaman, gangguan kejahatan bagi para pengguna jalan dalam berlalu lintas maupun orang-orang yang berada di sekitar jalan dalam melaksanakan aktivitasnya, dan apabila terjadi sesuatu yang merupakan gangguan keamanan dapat teratasi dengan cepat dan tidak berdampak luas.

Keselamatan dalam berlalu lintas adalah situasi dan kondisi yang didukung dengan sistem-sistem yang berstandar keselamatan sehingga berdampak adanya kepatuhan hukum dan peraturan-peraturan para pengguna jalan dalam berlalu lintas maupun orang-orang yang berada di sekitar jalan dan tidak adanya pelanggaran atau penyimpangan yang membahayakan keselamatan baik bagi dirinya maupun orang lain. Apabila terjadi gangguan keselamatan dapat segera diatasi dengan cepat dan tidak berdampak luas.

Ketertiban dan kelancaran berlalu lintas merupakan situasi dan kondisi yang teratur dan lancar (tidak macet), yang merupakan produk dari keberhasilan para pemangku kepentingan LLAJ dalam me-manage maupun mengoperasionalkan fungsinya masing-masing secara sinergis, dan berkesinambungan yang didukung sistem-sistem IT maupun petugas-petugas yang profesional.

Dengan pemahaman dan pengertian tersebut maka upaya dalam mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas bagi para pemangku kepentingan dilakukan secara profesional, proaktif, problem solving, mengutamakan pencegahan, kemitraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang diimplementasikan melalui program-program pembangunan infrastruktur, edukasi dan penegakan hukum.

Upaya-upaya secara profesional dalam mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas diawaki petugas-petugas yang ahli dalam mengerjakan fungsinya berdasar pada standar-standar untuk menghasilkan kinerja yang berkualitas. Upaya-upaya yang dilakukan dalam melihat potret keselamatan sebagai refleksi tata kelola keselamatan dilakukan secara proaktif yang terus menerus dilakukan mulai dari edukasi, pencegahan, kecepatan penanganan, perbaikan-perbaikan dan pembangunan.

Keberhasilan dari sistem tata kelola keselamatan dapat ditunjukkan adanya situasi yang aman, selamat, tertib dan lancar. Tatkala ada gangguan nyata dapat segera diatasi dengan cepat dan dapat diselesaikan tanpa ada konflik/masalah baru serta tidak berdampak luas. Selain itu juga ada problem solving baik dari kepolisian maupun bersama-sama para pemangku kepentingan yang mampu menemukan akar masalah dan menemukan solusi-solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Penekanan pada tata kelola keselamatan ada pada tindakan pencegahan melalui sistem-sistem manajemen dan operasional pemolisian yang lebih mengutamakan pada tindakan preemtif maupun preventif. Kemitraan merupakan bentuk sinergitas antar pemangku kepentingan yang berkesinambungan dalam wadah forum, maupun dalam sistem-sistem operasionalnya.

Meningkatnya kualitas hidup masyarakat yaitu terwujud dan terpeliharanya keamanan dan rasa aman, adanya keselamatan, keteraturan sosial yang mendukung aktivitas-aktivitas masyarakat untuk menghasilkan produk-produk yang dapat digunakan untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang.

Terima kasih kepada Adira Finance yang telah peduli akan keselamatan sehingga IRSA menjadi inspirasi dan motivasi dalam mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*