oleh

Hadiri Initiative Forum, Menko Cak Imin: Kepercayaan Masyarakat Makin Tinggi terhadap Human Initiative

JAKARTA – Menteri Kordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan dirinya sangat bersyukur bahwa organisasi kemanusiaan Human Initiative (HI) telah mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat. Menurutnya HI merupakan mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai isu kebencanaan dan kemanusiaan.

“Saya akan ingatkan lima kementerian dan enam lembaga di bawah koordinasi saya harus bisa menjalin kerja sana dengan HI,” tegas Muhaimin saat menjadi keynote speaker pada acara Initiative Forum yang digelar Human Initiative di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan,  Selasa (29/10). “HI merupakan kumpulan orang-orang baik yang harus didukung pemerintah,” tambahnya pada acara yang dihadiri ribuan undangan.

Menko yang akrab dipanggil Cak Imin bahwa pembangunan nasional harus berkeadilan yang dapat dinikmati berbagai lapisan masyarakat, termasuk dalam penanggulangan kebencanaan. “Oleh karena itu HI menjadi harapan pemerintah dalam membantu orang miskin, orang terbelakang, penyintas bencana, dan lainnya,” jelas Cak Imin.

Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati menyatakan hajatan Initiative Forum digelar dalam rangka memperingati HUT ke-25 HI. Kegiatan tersebut dikemas dalam berbagai rangkaian acara antara mengundang sejumlah donatur, menggelar champion award untuk memberikan penghargaan kepada 55 orang maupun perusahaan. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini,” kata Tomy pada acara yang dihadiri sejumlah donatur dari berbagai daerah di Indonesia maupun NGO dari sejumlah negara.

Global Humanitarian Overview 2024 menyebutkan sekitar 300 juta jiwa membutuhkan bantuan akibat konflik, krisis iklim, dan dampak ekonomi global. “Di Indonesia sendiri, dalam catatan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2022, tantangan besar hadir dengan masih adanya 4 juta anak yang belum mendapat akses pendidikan layak. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat sebanyak 25,22 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan,” papar Tomy.

Melalui Initiative Forum, sambung Tomy, Human Initiative mengajak seluruh pelaku kemanusiaan untuk bersama-sama mengatasi masalah ini dengan semangat kolaboratif. “Menapaki usia 25 tahun perjalanan dalam mengatasi masalah kemanusiaan, Human Initiative senantiasa menyadari bahwa isu kemanusiaan adalah hal yang akan terus melekat pada setiap generasi dan peradaban manusia,” jelasnya.

Tomy melanjutkan bahwa Initiative Forum dengan tema ‘Collective Kindness” bukan hanya perayaan 25 tahun gerakan kemanusiaan Human Initiative, tetapi juga ajakan membangun optimisme untuk masa depan melalui kolaborasi lintas pihak. Ia juga mengungkapkan, Human Initiative dalam perjalanan selama 25 tahun ini belajar bahwa pemartabatan berkelanjutan perlu senantiasa dibangun, meskipun dalam keterbatasan sumber daya dan kondisi  eksternal yang tidak menentu.

“Memartabatkan masyarakat erat kaitannya dengan penguatan Ekosistem Gerakan Kemanusiaan dan Pembangunan yang harus terus diperjuangkan. Tidak hanya menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan, namun dorongan terhadap penegakan Hukum Humaniter Internasional. Selain itu, penguatan kapasitas organisasi, termasuk tata kelolanya, mendorong kepemimpinan lokal. Adapun pelibatan semua pihak merupakan kunci untuk tercapainya ekosistem kemanusiaan dan pembangunan yang lebih baik dalam memartabatkan manusia,” ujar Tomy. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *