oleh

Demi Martabat Istana, Ketum FIS Sarankan Moeldoko Mundur dari KSP

POSKOTA.CO – Ketua Umum DPP Forum Indonesia Satu (FIS) Ir Arief Ikhsan angkat bicara mengenai terpilihnya Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko jadi ketua umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Saya menyarankan agar Moeldoko mundur dari jabatan kepala staf Presiden agar lebih fokus terhadap tugas barunya tersebut,” kata Arief Ikhsan kepada pewarta, Selasa (9/3/2021).

Ketum FIS Arief Ikhsan memberikan sumbang saran kepada Moeldoko untuk segera mundur dari KSP dan fokus pada jabatan barunya sebagai ketum Partai Demokrat, agar kinerja Kantor Staf Presiden tidak terganggu dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Serta, lanjut Arief, hal itu guna Presiden Jokowi terhindar dari fitnah keji para lawan politiknya yang selalu memframing seolah-olah Jokowi berada di belakang semua kejadian. “Saran itu supaya Istana juga terhindar dari isu intervensi dalam Partai Demokrat,” ujarnya.

“Saat ini Presiden Jokowi sedang fokus pada penanganan pandemi Covid-19 dan peningkatan pertumbuhan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19,” tambah Arief.

Menurut Arief Ikhsan, Jokowi tidak mungkin merekayasa ‘Kudeta’ Partai Demokrat tersebut, karena Jokowi adalah seorang negarawan sejati yang ingin merangkul semua potensi anak bangsa, hal ini sudah dibuktikan antara lain, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno masuk dalam jajaran kabinetnya. Padahal, keduanya adalah lawan politik di Pilpres 2019.

Ketum FIS menilai, bahwa semua manuver pengambil alihan Partai Demokrat melalui KLB di Sumut merupakan intrik politik kader Partai Demokrat sendiri akibat ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan yang ada saat ini, dan kebetulan mereka melihat bahwa figur Moeldoko sanggup menjadi pemimpin partai tersebut.

Lanjut Arief, selama ini FIS bersama ormas relawan lainnya selalu memonitor dan mengevaluasi setiap program kerja kabinet atau kinerja para menteri sehingga sesuai dengan visi dan misi presiden dan wakil presiden agar pembangunan dapat terwujud sesuai rencana kerja Presiden Jokowi dengan target akhirnya adalah kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan.

Terakhir, Ketum FIS Arief Ikhsan kembali menyarankan agar Moeldoko berbesar hati untuk mundur dari Kepala Staf Presiden (KSP) agar leluasa dan fokus memimpin Partai Demokrat versi KLB, dan tetap menjaga nama baik Presiden Jokowi memimpin Partai Demokrat, serta tetap menjaga nama baik Presiden Jokowi seperti apa yang dilakukan FIS dan relawan lainnya. (ftr)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *