JAKARTA – Ratusan Kepala Daerah hasil Pilkada serentak tahun 2024 tadi pagi berbondong-bondong mengikuti pelantikan di Istana Kepresidenan Republik Indonesia (RI), Jalan Medan Merdeka Utara pada, Kamis (20/20225).
Terhitung, ada sebanyak 961 Kepala Daerah yang dilantik diantaranya meliputi, 33 Gubernur dan 33 Wakil Gubernur. Selain itu, 85 Wali Kota dan 85 Wakil Wali Kota serta 303 Bupati dan 303 Wakil Bupati.
Dalam sambutan pidatonya Presiden RI ke 8 Prabowo Subianto menegaskan, saya ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih karena saudara pelayan rakyat dan saudara abdi rakyat dan saudara harus membela kepentingan rakyat dan harus berjuang untuk perbaikan hidup rakyat karena itu adalah tugas kita.
“Negara kita memiliki demokrasi yang hidup, demokrasi yang berjalan, demokrasi yang dinamis yang berasal dari partai yang berbeda-beda,” ungkap Prabowo.
Lanjut Prabowo mengatakan, bahwa saudara-saudara telah melaksanakan suatu kampanye yang tidak ringan. Saudara telah turun ke rakyat dan saudara telah meminta kepercayaan rakyat. Dan Alhamdulillah, saudara berhasil meraih kepercayaan rakyat.
Walaupun kita berasal dari partai berbeda-beda, agama berbeda-beda dan suku berbeda-beda, tapi kata Prabowo kita telah lahir dalam keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar merah putih dan keluarga besar bhineka tunggal Ika.
“Kita memang berbeda-beda, tapi kita tetap bersatu. Jadi marilah kita mengabdi kepada rakyat, berbuat yang terbaik untuk rakyat, merdeka, merdeka, merdeka,” ujar Prabowo menutup pidatonya.
Acara pengambilan sumpah jabatan pelantikan kepala daerah serentak yang pertama kali ini merupakan momen bersejarah karena dilantik Presiden RI ke 8 Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Ditempat terpisah, Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna menambahkan, dalam pelantikan kepala daerah serentak kali ini ada yang menarik yaitu ketika kepala daerah kompak dan bersatu dalam pelantikan.
“Oleh karena itu kepala daerah harus kompak dan bersinergi dalam program kerja antara Pemerintah pusat dan daerah. Jangan nanti terjebak dalam ego sektoral dan daerah,” pungkas kang Yayat panggilan akrab Yayat Supriyatna seraya menambahkan, sesuai pesan Presiden walaupun kepala daerah berbeda Partai tapi harus bersatu dalam bekerja. (van)








Komentar