JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung menegaskan di era pemerintahannya, perekrutan petugas honorer seperti Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) syarat minimalnya tidak lagi harus berijazah SMA dan sederajat. Untuk memberi peluang masyarakat kelas bawah, syaratnya diubah menjadi ijazah SD.
“Perekrutan pegawai honorer PPSU dan sejenisnya, aturannya akan saya ubah demi memberi peluang kepada lapisan masyarakat paling bawah di kalangan rakyat kecil. Yang tadinya syarat minimal berijazah SLTA akan saya ubah menjadi ijazah SD,” kata Pramono Anung pada acara penyambutan dirinya sebagai Gubernur baru di Balaikota Jakarta, Kamis (30/2).
Menurutnya petugas PPSU yang berseragam warna oranye maupun honorer pekerja lapangan lainnya seperti Pasukan Biru, Pasukan Kuning, dan lainnya, tak harus lulusan SMA. Lulusan SD pun mampu menjalankan tugas tersebut asalkan dia tekun dan berdisiplin tinggi. “Rakyat kecil yang hanya berijazah SD silakan mempersiapkan diri untuk mengikuti proses seleksi yang nantinya dilakukan oleh jajaran terkait,” beber Pramono.
Sebagaimana diketahui, petugas PPSU dan sejenisnya yang masuk golongan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Pemprov Jakarta jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Mereka dipekerjakan di sebagian besar kantor pelayanan mulai dari kelurahan, kecamatan, walikota, kantor Dinas, Balaikota, dan lainnya.
Pekerja honorer ini mendapatkan penghasilan resmi minimal sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) di kisaran Rp 5,4 juta plus sejumlah bantuan sosial. Penghasilan yang relatif besar untuk kelas tenaga kasar ini mendorong banyak sarjana pengangguran rela bekerja sebagai PPSU. “Cari kerja di kantoran sangat sulit dan kebanyakan perusahaan gajinya juga kecil. Mending jadi PPSU Saya kerjanya tiap hari membersihkan taman di kawasan Kemayoran,” ujar Budi, penyandang gelar sarjana perhotelan.
Menurut Rido yang bertugas sebagai Pasukan Biru merawat saluran air maupun kali tidak berat karena dilakukan bersama sejumlah anggota regu. “Jadi, sesama anggota regu, kami bisa saling bantu sehingga pekerjaan terasa ringan. Alhamdulillah, gajinya juga lumayan besar dibanding kerja di pabrik,” timpal Rido yang juga berpendidikan S-1.
Sejumlah rakyat kecil yang cuma lulusan SD bersemangat menyambut janji gubernur baru tersebut. “Semoga janji Mas Pram segera dilaksanakan. Saya pengin ikut melamar lowongan kerja PPSU,” harap salah satu warga, Haryono dengan penuh semangat. Sebagaimana diketahui, perekrutan petugas honorer Pemprov DKJ biasanya dilakukan pada akhir tahun. Bagi yang lolos seleksi diperkirakan dengan sistem kontrak selama 12 bulan dan akan ada evaluasi tiap tahunnya. (jo)







Komentar