JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 34 ribu bencana terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Akibat peristiwa itu, 4 juta jiwa rakyat Indonesia menjadi korban dari beberapa musibah yang terjadi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya mencapai selama 10 tahun belakangan ini ada 43 ribu bencana yang terjadi di tanah air. Dengan banyaknya jumlah bencana, menunjukkan perlunya kesiapsiagaan dalam penanganan bencana.
“Masyarakat terdampak lebih dari 4 juta jiwa. Di tengah-tengah itulah peran Tagana (Taruna Siaga Bencana) sungguh sangat besar,” kata Saifullah saat Apel Kesiapsiagaan Tagana 2024 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta), Jakarta Timur, Jumat (18/10).
Menurut Gus Ipul (panggilan akrabnya) selama dua dekade ini Tagana di masing-masing wilayah telah menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada korban bencana.
Tagana melakukan upaya mitigasi atau penegakan lewat pembentukan kampung siaga bencana (KSB) agar warga dapat mengetahui langkah yang diambil saat terjadi bencana.
“Pembangun lumbung sosial (bangunan permanen sebagai tempat penyimpanan dan persediaan barang-barang kesiapsiagaan penanggulangan bencana), dan penyuluhan masyarakat,” ujar Gus Ipul.
Dikatakan Gus Ipul, pihaknya akan terus memperkuat peran Tagana melalui sejumlah program, yakni penguatan kapasitas relawan dalam layanan perlindungan dan pengungsian. Tagana juga melakukan peningkatan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana.
“Mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data dan distribusi bantuan. Kami juga akan memperluas jaringan mitra Tagana,” tuturnya. (Ifand/fs)








Komentar