oleh

Wagub Rano Sampaikan LKPJ Gubernur 2025, Angka Harapan Hidup Warga Jakarta Naik Jadi 76,27 Tahun

JAKARTA – Angka harapan hidup warga Jakarta tergolong salah satu yang tertinggi di Indonesia, mencapai sekitar 76,27 tahun pada tahun 2025, yang melampaui rata-rata nasional. Angka ini mencerminkan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan yang baik, meskipun terdapat faktor lingkungan seperti polusi udara yang dapat mempengaruhi kesehatan warga.

Tahun 2024 angka harapan hidup di Jakarta tercatat sekitar usia 75 tahun yang mana setahun kemudian naik menjadi 76,27 tahun. Selain itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta pada 2025 mencapai 85,05, naik dari 84,15 pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan di seluruh dimensi kehidupan warga.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025. Laporan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/04/2026).

Wagub Rano mengungkapkan sejumlah capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat melampaui nasional, diiringi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi tertinggi di Indonesia. “Peningkatan didorong oleh perbaikan di seluruh dimensi kehidupan warga. Kinerja pembangunan manusia Jakarta juga menjadi yang tertinggi di Indonesia. Angka harapan hidup mencapai 76,27 tahun, sementara standar hidup layak meningkat 3,62 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya di hadapan peserta rapat paripurna yang terdiri dari segenap anggota DPRD dan pejabat Pemprov DKI Jakarta.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Jakarta mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp3.926 triliun, dengan inflasi yang tetap terjaga di level 2,63 persen (year on year).

“Terkait keuangan daerah, realisasi APBD 2025 menunjukkan pendapatan daerah mencapai Rp80,02 triliun atau 94,75 persen dari target Rp84,45 triliun. Sementara belanja daerah terealisasi Rp76,09 triliun atau 88,50 persen dari target Rp85,97 triliun,” ungkap Rano.
“Penerimaan pembiayaan tercapai Rp7,33 triliun yang bersumber dari SiLPA dan pinjaman dalam negeri. Adapun pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp5,44 triliun, dialokasikan untuk penyertaan modal daerah kepada BUMD seperti PT Jakpro dan PT MRT Jakarta, serta pembayaran pokok pinjaman,” jelas Wagub Rano.

Selain itu, angka kemiskinan di Jakarta berhasil ditekan menjadi 4,03 persen pada September 2025. Penurunan ini didorong oleh konsistensi penyaluran bantuan sosial, seperti KJP Plus dan Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Di sektor pendidikan, program KJP Plus menjangkau 707.513 penerima. Pemprov Jakarta juga menjalankan program sekolah swasta gratis di 40 institusi. Sementara di sektor kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 99,94 persen, disertai penguatan layanan home service melalui Pasukan Putih.

Pada sektor infrastruktur dan transportasi, kondisi jalan mantap mencapai 97,35 persen. Progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A juga telah mencapai 55,89 persen. Di sisi investasi, realisasi investasi meningkat signifikan menjadi Rp270,9 triliun.

Wagub Rano menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global. “Terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan rekan-rekan DPRD. Semoga kolaborasi ini dapat mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan menyejahterakan warganya,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *