JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta bersama PAM Jaya terus memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga Ibukota. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International yakni perusahaan berbazis di Malaysia dengan jaringan bisnis luas meliputi properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur.
Kunjungan PAM Jaya ke Malaysia ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihak Bin Zayed International sebelumnya ke Balaikota DKI Jakarta untuk bertemu dengan Gubernur Jakarta. Pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi awal mengenai potensi kerja sama strategis, khususnya dalam mendukung pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan di Jakarta.
Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dan PAM Jaya dalam mempercepat pemenuhan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta. Sebagai tindak lanjut komunikasi yang telah dibangun, pada hari ini juga dilakukan penandatanganan Non-Disclosure Agreement atau NDA antara Bin Zayed International dan PAM Jaya. Penandatanganan NDA ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di Jakarta. “Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi,” kata Arief melalui keterangan resmi kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/4).
Menurutnya PAM Jaya memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. “Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” tandasnya.
Menurut Arief, tantangan PAM Jaya tidak hanya terletak pada perluasan cakupan layanan, tetapi juga pada upaya menekan tingkat Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air. Tantangan tersebut semakin kompleks karena Jakarta merupakan kota padat dengan karakter infrastruktur bawah tanah yang sangat dinamis.
“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM Jaya. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta,” tambah Arief.
“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang. PAM Jaya akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama,” tegas Arief.
Dengan penjajakan kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta dan PAM Jaya berharap dapat memperluas opsi kolaborasi strategis dalam penyediaan air bersih, penguatan infrastruktur perkotaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta. “Kerja sama ini juga diharapkan menjadi bagian dari langkah Jakarta membangun jejaring internasional menuju kota global yang berdaya saing, berketahanan, dan tetap berpihak pada kebutuhan dasar warganya. (jo)







Komentar