oleh

Terdampak Proyek JIS, Politisi NasDem Ongen Ingatkan PT Jakpro Tak Arogan Tangani Warga Eks-Kampung Bayam

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji menyesalkan tindakan PT Jakpro yang terkesan arogan dalam menangani warga eks-Kampung Bayam yang terdampak proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok Jakarta Utara.

Sebagai perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta,  kata Ongen, mestinya Jakpro tidak membiarkan puluhan keluarga eks-Kampung Bayam, yang bertahan hidup terlunta-lunta di hunian sementara (Huntara) bekas tempat tinggal mereka. “Selama tinggal di  Huntara kondisinya sangat memprihatinkan karena dibiarkan tanpa ada listrik dan air,” kata Ongen kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/5).

Menurutnya tindakan sewenang-wenang itu tak boleh dibiarkan berlarut. “Harus ada titik temu yang menguntungkan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai pengelola JIS dan puluhan kepala keluarga (KK) yang bersikeras menghuni Kampung Susun yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,” tandasnya.

Ongen berharap PT Jakpro tidak membiarkan warga begitu saja menghuni huntara yang berlokasi sekitar tujuh kilometer dari Kampung Susun Bayam. “Terlebih pengosongan Kampung Susun Bayam pada Selasa (21/5) diwarnai pemaksaan yang membuat anak-anak trauma dan sejumlah orang tua sakit,” kata caleg terpilih DPRD DKI Jakarta ini.

Ongen juga mengingatkan BUMD DKI Jakarta tidak lagi menggunakan sikap arogansi saat melakukan relokasi warga. “Gunakanlah cara-cara persuasif dan humanis, sehingga tidak menimbulkan rasa trauma warga. Harus ada win-win solution sebelum direlokasi. Warga jangan dipindahkan begitu saja,” kata Ongen. Namun di sisi lain, Ongen mendorong Pemprov DKI memindahkan warga ke rusun yang lebih layak.

Ongen menyampaikan, rusun yang disiapkan semestinya dekat dengan lokasi pekerjaan warga dan selama beberapa bulan kebutuhan mereka dipenuhi. Seperti makan, minum, listrik, sewa gratis selama waktu tertentu. “Jakpro harus bisa meringankan masyarakat, jangan dipindahkan begitu saja tanpa diperhatikan nasib warga selanjutnya,” kata Ongen.

Sebelumnya, PT Jakpro mengklaim bahwa warga eks Kampung Bayam bakal nyaman menghuni Rusun Nagrak dengan hadirnya sejumlah fasilitas. “Kami memastikan fasilitas pendukung yang baik dan memadai untuk dihuni oleh warga eks Kampung Bayam,” kata Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin di Jakarta, Minggu (7/1).

Iwan menjelaskan, warga eks Kampung Bayam menempati unit tipe 36 di Rusun Nagrak yang dilengkapi dengan dua kamar, ruang tamu, kamar mandi, dapur, dan balkon untuk menjemur pakaian. Adapun fasilitas umum lainnya yang dapat dinikmati oleh para penghuni di antaranya lift, masjid, taman bermain anak, lapangan olahraga, tempat parkir sepeda motor, dan juga bus sekolah. (jo)

 

Teks foto: Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *