oleh

Sudah Nyaman dan Kondusif, Pedagang Pasar Loak Poncol Tolak Pemilihan Korlap

POSKOTA.CO – Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Loak Poncol Lokasi Sementara (Loksem) JP Nomor 37-38 Bungur Senen menolak pemilihan koordinator pedagang yang akan dilaksanakan Suku Dinas (Sudin) PPKUKM Jakarta Pusat pada Januari 2021 mendatang. Informasi kabar tersebut membuat para pedagang galau dan resah.

Penolakan pemilihan korlap pedagang diungkapkan Rusman, salah satu pedagang, di acara silaturahmi dengan pengurus Pasar Loak Poncol beberapa hari lalu.

“Kami tidak menginginkan adanya pemilihan korlap pedagang Pasar Loak Poncol, karena keadaan Pasar Loak Poncol saat ini sudah, nyaman, aman dan kondusif. Walaupun pandemi Covid-19,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan H Iding, pedagang Pasar Loak Poncol, kami bersama para pedagang lainnya menginginkan kenyamanan selama berdagang di sini dan berharap pengurus yang dipimpin Ibu Liliana dapat dipertahankan untuk melanjutkan.

“Para pedagang Pasar Loak Poncol menolak pemilihan korlap pedagang karena akan memicu kegaduhan. Harapan kami kepengursan Ibu Liliana dapat dipertahankan untuk melanjutkan kepengurusan yang di tahun berikutnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi saat dikonfirmasi tentang pemilihan korlap pedagang Pasar Loak Poncol melalui keterangannya menyatakan, pemilihan korlap pedagang hanya di Pasar Loak Poncol.

“Yang ada cuma Pasar Loak Poncol. Tapi, itu gawe Sudin PPUMKM Jakarta Pusat,” begitu keterangan Irwandi saat ditanya melalui telepon.

Meski begitu, mantan Kadis UKM ini tidak menjelaskan secara detail, kenapa Sudin PPKUMP Jakarta Pusat hanya memilih Pasar Loak Poncol untuk dilakukan pemilihan korlap pedagang.

“Nggak ada aturan, ini mungkin kebijakan Dinas PPKUKM, dan memang harus ada pergantian korlap pedagang yang lama karena meninggal,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Pasar Loak Poncol Fakih Maulana menuturkan, hasil rapat di tingkat Kecamatan Senen sudah memutuskan Ibu Liliana melanjutkan kepengurusan Pasar Loak Poncol.

“Ada nota dinas hasil rapat itu yang dihadiri Camat Senen dan Sekretaris Camat,” jelas Fakih, Rabu (14/10/2020).

Saat ini pada Oktober 2020 seluruh Loksem JP yang ada di wilayah Jakarta Pusat sedang dilakukan evaluasi perpanjangan dua tahun sekali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Tahapannya, pihak kelurahan dan kecamatan mengajukan trotoar atau lokasi lainnya menjadi loksem kepada wali kota/bupati di wilayah masing-masing.

Setelah itu, wali kota/bupati dan jajarannya akan melakukan kajian. Wali kota/bupati kemudian akan menetapkan lokasi tersebut sebagai loksem. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *