oleh

Ratusan RW di Depok Melaksanakan PSKS untuk Memutus Penyebaran Covid-19

POSKOTA.CO – Mengantisipasi penyebaran Covid-19 di masyarakat pemerintahan kota (Pemkot) Depok telah menetapkan sekitar 238 rukun warga (RW) di 11 kecamatan seebagai wilayah Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) sesuai Surat Keputusan (SK) nomor 443/399/Kpts/Dinkes/Huk/2020, tentang Penetapan Wilayah PSKS Covid-19.

“Surat Keputusan itu ditetapkan jangka waktu status PSKS Covid-19 di ratusan RW tersebut berlaku selama 14 hari mulai tanggal 19 Oktober – 01 November 2020,” kata pejabag sementara (Pjs) Wali Kota Depok Dedi Supandi, Senin (26/10).

Ke 238 RW tersebut antara lain berada di Kec. Sukmajaya sebanyak 43 RW, Beji 26 RW, Pancoran Mas 27 RW, Sawangan 24 RW, Cinere tujuh RW, Limo 17 RW, Cipayung 12 RW, Cilodong 17 RW, Cimanggis 21 RW, Tapos 18 RW dan Bojongsari 26 RW.

Sebelumnya Peraturan Wali Kota Depok Nomor 59 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB secara Proporsional, Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan, Penanganan, dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019, disebutkan bahwa PSKS Covid-19 merupakan pembatasan sosial pada level Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW yang dikategorikan zona merah atau memiliki agregat kasus positif Covid-19 tinggi.

Menurut dia, kegiatan itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dengan pengaturan dan protokol kesehatan yang ditetapkan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Upaya penanganan dan pencegahan bagi wilayah yang ditetapkan PSKS Covid-19, imbuh dia, juga sudah dilakukan seperti pelacakan kontak kasus positif, sosialisasi dan edukasi masyarakat, sterilisasi rumah dan fasilitas umum di wilayah PSKS.

Termasuk dengan kegiatan penguatan masyarakat menghadapi masa pandemi Covid-19 seperti membatasi dan melakukan pengawasan keluar masuk orang di lokasi PSKS, katanya. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *