JAKARTA – Banyak warga mengaku pecinta kucing liar tapi maunya cuma kasih makan, sedangkan soal buang kotoran, mereka tak mau peduli. Hal ini warga lainnya suka uring-uringan karena kotoran kucing berserakan di mana-mana dan menebar bau tak sedap.
Tampaknya inisiasi PD Pasar Jaya yang mengelola Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, patut menjadi perhatian. Mereka meluncurkan pembuatan Tempat Traktir Kucing di lingkungan pasar dengan tujuan agar penanganan soal kucing liar alias tak bertuan lebih tertata.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo mengapresiasi program sterilisasi kucing serta peresmian tempat traktir kucing di Pasar Santa yang diinisiasi PD Pasar Jaya bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.
“Langkah tersebut menjadi perkembangan positif dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap hewan.
Ini inisiatif yang sangat baik dari Pemprov DKI Jakarta,” ujar Francine di lokasi Tempat Traktir Kucing Pasar Santa, Senin (6/7).
Politisi PSI yang juga pecinta binatang tersebut melihat dengan senang peresmian tempat traktir kucing juga disertai pemasangan banner dan stiker edukasi yang mengimbau masyarakat memberikan makanan kucing hanya di lokasi yang telah disediakan.
Francine menjelaskan, program serupa sebelumnya telah diterapkan Pemprov DKI Jakarta di lingkungan MRT Jakarta sejak 2022. “Pada 2025, Transjakarta juga menghadirkan tiga tempat traktir kucing di Halte Kebayoran, Velbak, dan Kuningan Madya, dan satu lokasi di Stasiun KRL Kebayoran,” papar Francine.
Ia menambahkan, pada Maret 2026 dirinya turut menginisiasi pembangunan sepuluh tempat traktir kucing di Kompleks Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Menhut, Raja Juli Antoni bersamaan dengan peluncuran program sterilisasi kucing gratis di lingkungan Kemenhut.
Francine berharap, keberadaan tempat traktir kucing dapat terus diperluas di berbagai ruang publik sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta kota global yang ramah hewan. “Saya berharap akan lebih banyak lagi tempat traktir kucing di ruang publik agar Jakarta menjadi kota global yang ramah hewan,” katanya.
Namun, menurutnya, penambahan fasilitas tersebut harus diiringi dengan edukasi kepada masyarakat agar kebersihan, kenyamanan bersama, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
“Misalnya dengan menggunakan wadah kertas dan mengutamakan pemberian makanan kering,” ujarnya.
Selain itu, Francine mendorong Pasar Jaya berkolaborasi dengan Dinas KPKP Jakarta untuk melaksanakan program Trap Neuter Return (TNR) di pasar- pasar. “Pembuatan tempat traktir kucing harus disertai dengan kegiatan sterilisasi untuk mengendalikan populasi kucing. Kegiatan ini sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga populasi hewan di lingkungan sekitarnya,” saran Francine. (jo)







Komentar