DEPOK – Peranan keluarga khususnya orang tua dalam Pendidikan agama sangat penting menyingkap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat belakangan ini mulai perceraian dan kenakalan remaja hingga pergaulan bebas.
“Fenomena remaja yang masih berkeliaran hingga larut malam, berpakaian tidak pantas, hingga perilaku yang menyimpang dari norma menjadi perhatian bersama yang harus disikapi dengan pembinaan dan pengawasan orang tua,” kata Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pancoran Mas, Ustadz Dedi Samsul Bahri, SHI saat memberikan ceramah dalam pengajian rutin MT Balai Wartawan Depok, Jumat (26/7).
Kegiatan pengajian di kalangan wartawan yang tergabung dalam MT. Balwan Depok tentunya diharapkan untuk terus memperkuat pendidikan agama melalui majelis taklim sebagai benteng moral di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Saat ini masih banyak majelis taklim di Kota Depok yang perlu mendapat pembinaan agar semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, katanya selain itu majelis taklim disarankan untuk mendaftar dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) diwilayahnya masing-masing.
Mengangkat tajuk ‘Bangun Kebersamaan , Raih Keberkahan’, MT Balai Wartawan Kota Depok tidak hanya serimonial semata tapi lebih dari itu mengajak masyarakat untuk lebih menjaga persatuan dan kebersamaan, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Depok, Fathir Fajar Sidiq, Ph.D., menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang berperan menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa dan bernegara bersama unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
“Pers harus tetap ramah, solid, profesional, dan menjaga netralitas. Senjata wartawan adalah lensa, pena, dan video. Melalui karya jurnalistik yang berkualitas, pers mampu memberikan pengaruh besar dalam membangun peradaban dan mengubah cara pandang masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan dunia saat ini yang dikenal dengan konsep BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible), yakni kondisi global yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat.
Fathir turut menyampaikan perkembangan sektor pendidikan di Kota Depok terus mengawal program pendidikan, termasuk keberadaan puluhan sekolah dalam program RSSG.
“Bagi warga yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri karena masih tersedia sekolah swasta yang dapat diakses secara gratis melalui program Beasiswa Manusia Unggulan (MAUNG) masih dalam proses administrasi dan ditargetkan mulai berjalan dengan kuota sekitar 200 penerima dari keluarga kategori desil 1 hingga 5 , ” kata Fathir. (anton/fs)







Komentar