oleh

Penjelasan Prof. IPB University Seputar Penyebab Monyet Masuk Kampus

BOGOR – Fenomena sekelompok satwa liar yakni monyet ekor panjang memasuki area Kampus IPB Darmaga dan Perumahan IPB serta pemukiman warga, perlu langkah antisipasi serius.

Pasalnya, monyet ekor panjang ini, bisa menularkan penyakit kepada manusia melalui gigitannya.

Prof Dr. drh. Huda S Darusman, Kepala Pusat Studi Satwa Primata IPB University pada Jumat 7 November 2025 sore mengatakan, monyet ekor panjang ini adalah primata yang mudah beradaptasi.

Monyet ekor panjang ini juga terkenal, karena suka meniru tingkah laku manusia. Mereka dengan mudah memasuki area dimana manusia tinggal atau berkumpul, karena selain mereka mudah belajar, juga karena diduga kelaparan karena stok makanan di hutan habis.

“Sekelompok monyet ekor panjang turun gunung ke Kampus IPB, karena mencari makan,” kata Prof Huda.

Satwa liar ini turun dari Gunung Kapur, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dengan berkelompok berjalan menuju ke Faperta IPB University, karena didalam area kampus terdapat banyak makanan yang dibuang sembarangan oleh mahasiswa.

“Jadi kenapa monyet ekor panjang masuk ke kampus, karena faktor kurang disiplin dalam membuang sampah sisa makanan. Karena disini makanan mudah didapat, maka monyet datang secara bergerombolan,” paparnya.

Faktor lain, banyak hunian monyet ekor panjang ini juga sudah berubah menjadi pemukiman.

Terkait setumpuk kertas berkas Faperta yang berserakan dilantai, Prof Huda menegaskan, dugaan ini kemungkinan karena adanya aroma makanan yang dicari primata ini, ketika memasuki area kampus.

Menurut Prof Huda, secara perilaku, monyet sebenarnya takut dengan manusia. Namun karena monyet ekor panjang ini pintar, maka dia juga bisa membaca rasa ketakutan manusia atas keberadaannya.

“Secara perilaku, mereka takut. Namun kalau monyet ini lihat, kita takut sama dia, maka dia akan semakin berani. Kasus monyet ekor panjang masuk Kampus IPB Darmaga, bukan pertama kali,” paparnya.

Primata ini akan menghilang, manakala mereka sudah kenyang. Ia lalu mengusulkan, agar disediakan area untuk penanaman pohon buah, agar ketika monyet ekor panjang butuh makan, tidak lagi memasuki area hunian manusia.

Hasil kajian pusat studi satwa IPB, ada ketua kelompok dari monyet ini, manakala hendak turun gunung menuju hunian manusia.

Dan jika ketua geng monyet ini tertangkap, maka mereka akan menghilang dalam waktu lama untuk muncul kembali, karena mereka kehilangan pemimpin.

“Ciri-ciri ketua geng monyet ini yakni selalu jalan didepan. Kalau sudah tiba, dia duduk paling lama dan makan paling banyak,” tegasnya. (yopy/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *