oleh

Munas VI di Asrama Haji, APKLI Perjuangan Kolaborasi dengan BPOM RI Tingkatkan Kualitas UMKM

JAKARTA – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bertekat menaikkan kelas UMKM. Apalagi menjelang tahun 2030 yang disebut sebagai ‘Tahun Bonus Demografi’ maka pelaku UMKM se-Indonesia yang jumlahnya sekitar 30,019 juta harus terlayani dalam pembinaan dan sertifikasi.

“Saat ini jumlah UMKM yang punya surat izin berusaha baru sekitar 4 jutaan. Keinginan kami empat ke depan, semuanya punya surat izin agar usahanya lebih maju,” kata Kepala BPOM RI Prof Dr Taruna Ikrar saat menyampaikan keynote speech pada acara Musyawarah Nasional (Munas) VI APKLI Perjuangan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (25/8) malam.

mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dapat meningkatkan kapasitas usaha melalui pemenuhan standar keamanan serta legalitas produk.

Taruna Ikrar mengatakan, pemerintah tidak ingin para pedagang hanya menjalankan usaha secara berpindah-pindah tanpa memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih besar. “Kita menginginkan dan akan mendukung mereka menjadi pelaku usaha yang lebih besar, bisa berubah, bisa maju, dan seterusnya,” kata Taruna.

Taruna menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi pelaku usaha adalah proses mendapatkan izin yang dianggap sulit atau membutuhkan pendampingan. Kondisi tersebut menjadi perhatian BPOM agar pelaku usaha, khususnya UMKM, dapat lebih mudah memenuhi ketentuan yang berlaku. “BPOM berkomitmen membantu para pelaku usaha agar lebih cepat memperoleh legalitas produk. Melalui kepemilikan nomor izin edar, masyarakat juga akan lebih percaya terhadap keamanan dan mutu produk yang dipasarkan,” tandasnya.

BPOM ingin APKLI Perjuangan juga dapat menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM untuk secara kolektif atau terorganisir mengurus berbagai persyaratan, legalitas maupun perizinan yang diperlukan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed, menyampaikan apresiasi atas dukungan BPOM RI kepada para pelaku UMKM. “Pendampingan dari BPOM sangat penting, kami ucapkan terima kasih kepada Profesor Taruna atas komitmen yang diberikan untuk membantu pelaku UMKM, khususnya yang menjadi anggota kami di APKLI Perjuangan,” tegasnya.

Ali menyebut, jumlah anggota APKLI Perjuangan mencapai sekitar 30 juta pelaku UMKM di 38 provinsi dan menjadi potensi sebagai pilar penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar delapan persen. “Kita harus bersiap menyambut bonus demografi tahun 2030 dan generasi emas Indonesia 2045 dengan pertumbuhan ekonomi yang baik,” pungkasnya.

Acara Munas APKLI Perjuangan yang berlangsung dari tanggal 25 sampai 27 Agustus 2026, dihadiri seribuan pengurus dan anggota dari 38 Provinsi di Indonesia. Para peserta Munas dari berbagai daerah tersebut pada hari pertama menginap di Hotel Fidusia Pondok Gede dan lainnya. Sedangkan hari kedua dan ketiga menginap di Asrama Haji Pondok Gede. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *