DEPOK – Aliansi Pemilik Unit Apartemen Saladin Mansion Depok yang menghuni Blok A, B dan C menuntut sertifikat (Akta Jual Beli), pemecahan strata title, transparansi pengelolaan apartemen, dan menolak adanya kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) tiap bulan.
“Kami sudah sepuluh tahun menempati di sini, tapi sampai saat ini AJB belum diberikan, ini membuat resah penghuni bahkan somasi juga sudah dikirimkan ke pengelola yaitu PT Wangsa Dharma Property (WDP) dan PT Jakarta Mitra Pengelola (JMP),” kata Ketua Aliansi Pemilk Unit Apartemen Saladin Mansion Guswandri, usai aksi damai di Apartemen Saladin Mansion Depok, Selasa (2/6/2026).
Berbagai upaya telah dilakukan Aliansi Pemilik Unit Apartemen Saladin Mansion, namun selalu gagal bahkan kedua pengelola, PT WDP dan PT JMP, selalu berkilah tidak ada di tempat, dan kalaupun datang hanya staf yang tidak dapat memberikan keputusan, bersurat kepada para instansi terkait namun tidak ada tanggapan dan tindak lanjut hingga saat ini.
“Semakin berkepanjangan sehingga menimbulkan keresahan, ketidakpastian hukum, serta kerugian moral dan material bagi para pemilik unit,” ujar Guswandri, dalam keterangan yang didapat media ini, Selasa (2/6/2026).
Tuntutan pihak pemilik unit apartemen sangat sederhana, meminta transparansi dan akuntabilitas dari pihak developer atau pengelola PT WDP dan PT JMP ini untuk memperjuangkan hak-hak konsumen.
“Kami menolak kenaikan IPL setiap bulan sebelum ada penyelesaian yang jelas atas Hak-hak pemilik apartemen dan terakhir mendorong adanya itikad baik dan langkah konkret dari instansi atau pihak terkait, ” tegas Guswandri.
“Pemilik unit apartemen yang mencapai 1.200 orang berharap pihak developer, pengelola, serta instansi terkait dapat membuka ruang dialog yang konstruktif dan segera memberikan solusi nyata atau persoalan lama,” tutupnya.
Aksi damai ini berlanjut ke kantor manajemen, dan akhirnya penghuni diterima staf pengelola serta menerima semua keluhan yang disampaikan namun tidak bisa memberikan jawaban secara pasti. (*/anton)







Komentar