oleh

Nekad Mudik ke Bogor Bakal di Karantina Tempat Angker

POSKOTA. CO – Menjaga warganya dari penyebaran virus corona, Forkompinda Kabupaten Bogor, tidak main-main dalam menindak para pemudik yang mencoba masuk.

Lokasi angker pun disiapkan, guna melakukan karantina bagi warga luar yang mencoba masuk ke Kabupaten Bogor. Langkah tegas ini pun di apresiasi masyarakat.

Terbaru, pemudik asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Medan dan DKI Jakarta dipaksa putar balik arah oleh Bupati Bogor, Ade Yasin dan Kapolres Bogor, AKBP Harun di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya di Kecamatan Cigombong dan Gadog, Kecamatan Megamendung.

Hal itu selain dikarenakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro juga dikarenakan adanya aturan dari pemerintah pusat atau tepatnya Peraturan Menteri Perhubungan nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H.

“Kami tidak main-main. Keselamatan masyarakat Kabupaten Bogor jauh lebih penting dan berharga. Makanya tadi sudah kami memutar balikkan pemudik asal Derah Istimewa Yogyakarta, Kota Medan dan DKI Jakarta. Tujuan mereka ingin mudik ke Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu, (5/5/2021).

Ade Yasin menuturkan, penyekatan terhadap para pemudik dan wisatawan di titik-titik perbatasan dan objek wisata, merupakan bagi upaya menekan angka penyebaran wabah virus corona (Covid 19) di Kabupaten Bogor.

“Penyekatan terhadap pemudik dan wisatawan ini kami tekankan kepada kendaraan bermotor yang plat nomornya bukan F. Selain 8 titik perbatasan, kami juga melakukan penyekatan di Stasiun Bojonggede, Stasiun Cilebut, Stasiun Tenjo, Stasiun Parungpanjang, Stasiun Cibinong dan Stasiun Nambo,” ujarnya.

Bupati Ade menjelaskan, tugas penyekatan pemudik dan wisatawan ini menjadi tugas bersama baik Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, PMI dan Pramuka serta kepolisian dan TNI.

“Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Satgas Penanganan Covid 19nya juga kami tugaskan dalam penyekatan pemudik dan wisatawan, terutama di jalur-jalur tikus menuju Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kota Tanggerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tanggerang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan DKI Jakarta,” jelas Ade.

Kapolres Bogor, AKBP Harun menegaskan, dalam upaya penyekatan pemudik dan wisatawan, jajarannya memfokuskan kendaraan pribadi luar Bogor, bus dan truk angkutan barang.

“Jangankan bus dan kendaraan pribadi, truk angkutan barang juga kami periksa karena bisa saja menjadi modus para pemudik yang nekad pulang ke kampung halaman,” tegas AKBP Harun. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *