oleh

Lapor Pak Jokowi! 42 Persen Warga Jakarta Pilih Bahtiar Jadi Penjabat Gubernur

POSKOTA.CO – Sebanyak 42 persen masyarakat DKI Jakarta memilih Bahtiar menjadi penjabat gubernur DKI Jakarta masa tugas 2022-2024. Data tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) pada periode 20-24 September 2022 bertajuk “Mengevaluasi Kerja Gubernur DKI Jakarta dan Harapan Publik pada Penjabat Gubernur”.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, saat responden disodorkan pertanyaan jika diberi hak suara, siapa yang akan dipilih sebagai penjabat gubernur DKI Jakarta masa tugas 2022-2024, dari tiga nama calon penjabat gubernur DKI Jakarta, yaitu Heru Budi Hartono, Bahtiar dan Maralullah Matali.

Sebanyak 42 persen responden memilih Bahtiar menakhodai DKI Jakarta sebagai penjabat gubernur. Sementara, sebanyak 26 persen menghendaki Marullah Matali, 7 persen Heru Budi Hartono, dan 25 persen responden tidak menjawab. “Bahtiar mendapatkan perhatian publik paling tinggi, sementara Heru Budi Hartono paling rendah,” ungkap Adib, saat menggelar konferensi pers, Selasa (4/10/2022).

Harapan publik pada Bahtiar, lanjut Adib, karena 26 persen responden menghendaki penjabat gubernur DKI Jakarta sosok yang netral dari kepentingan politik, 12 persen menghendaki netral dari polarisasi masa lalu. Sementara 34 persen menginginkan sosok yang ramah dan merakyat.

“Sebanyak 26 persen responden menghendaki penjabat gubernur DKI Jakarta netral dari kepentingan politik. Ini kata kunci dari survei ini. Angka tersebut merujuk kepada sosok Bahtiar yang berlatar belakang birokrat dan bisa menjadi jembatan antara kepentingan Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Adib menambahkan, peta politik di DKI Jakarta sejak medio 2017 kental dengan politik identitas, sehingga harapan publik pun tercermin dari angka 12 persen penjabat gubernur DKI Jakarta netral dari polarisasi masa lalu.

“Dampak dari polarisasi itu kemudian yang membuat responden khawatir, sehingga sangat realistis sekali jika ada temuan 26 dan 12 persen penjabat gubernur DKI Jakarta yang netral. Dari tiga sosok calon penjabat gubernur DKI Jakarta, sangat mudah dianalisis, misalnya Pak Heru kental dengan pusaran Istana, Pak Marullah dicap sebagai orangnya Anis Baswedan. Makanya sangat logis Bahtiar menjadi titik tengah yang dipilih warga DKI, karena mereka ingin merdeka dari polarisasi,” terangnya.

Hasil survei itu ditanggapi Komunikolog Politik dari Forum Politik Indonesia Tamil Selvan. Senada dengan Adib, Kang Tamil mengatakan, pilihan responden kepada Bahtiar karena menginginkan figur Penjabat Gubernur yang tidak terafiliasi secara politik.

“Jika kita menggunakan pendekatan analisis SWOT, tentunya Pak Heru itu dekat dengan lingkaran kekuasaan di Istana. Tentunya ada poin-poin di benak masyarakat nantinya ketika di 2024 terjadi kontestasi, akan terjadi ketidakseimbangan, terjadi keberpihakan,” katanya.

“Begitu juga poin kepada Pak Marullah selaku sekda DKI Jakarta. Karena kita tahu, Pak Anies sebagai capres. Walau bagaimanapun, ada keterikatan emosi antara Marullah dengan Anies,” imbuh Kang Tamil seraya menambahkan, sementara sosok Bahtiar, lebih independen daripada Heru dan Marullah.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan kepada 600 responden di DKI Jakarta dengan metode Multistage Random Sampling yang dilakukan melalui kuesioner digital dan sambungan telepon. Margin error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*/imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *