POSKOTA.CO – Dugaan penyelewengan Bansos saat pandemi covid-19 terjadi di lingkungan Kel. Kebon Jeruk Kec. Kebon Jeruk Jakarta Barat. Warga belum pernah merasa mengambil jatah bantuan dari pemerintah ternyata haknya sudah diambil orang.
“Saya punya bukti Pak, jatah untuk keluarga saya dan bapak saya Makmun diambil orang,” ungkap Fahmi Febrianto kepada Poskota.co, Selasa(10/8/21).
Ceritanya, ketika awal Th 2020 datangnya corona, pemerintah mengucurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak corona. Fahmi, mencoba menghubungi RT dimana pernah tinggal untuk menanyakan haknya. Namun oleh pengurus dijawab datanya tidak ada.
Selanjutnya, Fahmi meninggalkan alamat maupun nomor telpon rumah yang dapat di hubungi sewaktu-waktu bilamana memang nanti ada bansos kembali. “Saya memang tinggal di lokasi lain karena ada pemekaran RT,” tambah Fahmi.
Hari berganti dan bulan berganti tapi virus covid-19 masih saja berkembang di ibukota, sehingga pemerintahpun kembali mengucurkan bantuan pada masyarakat. Namun, Fahmi tak pernah menerima bantuan.
Setelah kasus Mensos Juliari terungkap kasusnya, Fahmi mencoba akses data www.kemensos.go.id ternyata muncul namanya dan orangtunya. Dalam situs tersebut tertera bantuan periode April sudah didistribusikan melalui pos tetapi faktanya Fahmi dan Ayahnya tidak mendapat info itu dari RT yang pernah ia bermukim.

Pada akhir Juli, Fahmi kembali melakukan pengecekan ke website Kemensos dan muncul lah datanya, kemudian Fahmi merekam layar wesite tersebut. Pada Minggu tgl 8 Agustus, Fahmi dan ayahnya mendatangi ketua RT untuk mencoba konfirmasi apakah betul nama kami ada.
Ketua RT 03 Arfan menjelaskan nama Fahmi dan ayahnya betul ada dan tertera sebagai penerima BST, namun ketua RT tak dapat menjelaskan kemana raibnya bantuan tunai tersebut.
Fahmi tak patah semangat, pada Senin(9/8/21) ia melakukan pengecekan di Kantor Pos Daan Mogot Jakbar, ketika melakukan konfirmasi ke customer service, mendapat jawaban bantuan sosial tunai miliknya sudah dicairkan oleh seseorang, begitu juga hak orangtuanya. “ciri-ciri yang mencairkan saya kenal meski pakai masker,” tandas Fami.
Esoknya ia mendatangi kantor Kec. Kebon Jeruk diterima sekcam dan melaporkan peristiwa yang dialaminya. (oko)







Komentar