oleh

Dari Pelatihan Cukur Gratis Dinsos Kota Tengerang, Annisa Menemukan Jalan Menuju Kemandirian

TANGERANG – Dari sebuah mesin cukur, Annisa Aulia menemukan jalan menuju kemandirian. Perempuan yang akrab disapa Kak Icha itu kini menjalankan usaha barbershop dari rumah setelah sebelumnya sama sekali belum memiliki keterampilan mencukur rambut.

Kemampuan tersebut diperolehnya melalui program pelatihan cukur gratis yang digagas Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial. Pelatihan yang semula hanya menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru, perlahan berubah menjadi modal bagi Annisa untuk membangun usaha dan menopang perekonomian keluarganya.

Bagi Annisa, keberanian untuk mencoba menjadi langkah pertama. Ia mengaku sempat diliputi keraguan ketika harus memegang mesin cukur dan menghadapi pelanggan untuk pertama kalinya.

“Awalnya ada rasa ragu dan tidak percaya diri saat pertama kali memegang mesin cukur dan melayani pelanggan,” kata Annisa, dikutip dari keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Minggu (13/9/2026).

Keraguan itu perlahan terkikis setelah ia mendapatkan pendampingan dari para instruktur selama mengikuti pelatihan. Teknik mencukur dipelajari secara bertahap, mulai dari dasar hingga mampu menghasilkan potongan rambut yang lebih rapi.

Namun, pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis. Bagi Annisa, bimbingan para instruktur juga memberinya keberanian untuk percaya pada kemampuan sendiri dan mencoba mengubah keterampilan itu menjadi peluang usaha.

“Berkat pendampingan yang sabar dari para instruktur selama pelatihan di Dinsos, saya mantap untuk memulai dari menerima pelanggan tetangga sekitar, hingga akhirnya berani membuka usaha barbershop sendiri di rumah,” ujarnya.

Pelanggan pertama menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Rasa canggung masih ada, tetapi Annisa memilih untuk terus belajar. Ia menyadari, kerapian hasil cukuran dan cara berkomunikasi dengan pelanggan menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan.

Respons positif dari pelanggan membuat keyakinannya semakin tumbuh. Dari satu pelanggan ke pelanggan berikutnya, usaha cukur yang dijalankannya dari rumah mulai dikenal lingkungan sekitar.

Kini, keterampilan yang dahulu belum pernah dimilikinya justru menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Annisa pun merasakan sendiri hasil dari ketekunan yang dibangunnya sejak mengikuti pelatihan.

“Dengan ketekunan dan kemauan keras, usaha cukur saya kini terus berkembang dan menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga. Bahkan, dari hasil mencukur ini saya sudah bisa membeli handphone sendiri,” tutur Annisa.

Cerita Annisa menjadi gambaran bahwa pelatihan keterampilan dapat memiliki dampak yang lebih panjang ketika peserta berani menerapkannya. Sebuah keterampilan yang diperoleh secara gratis dapat berubah menjadi usaha, penghasilan, sekaligus kepercayaan diri untuk berdiri lebih mandiri.

Melalui program pelatihan keterampilan tersebut, Dinsos Kota Tangerang diharapkan terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki keahlian yang dapat dikembangkan menjadi usaha. Bagi Annisa, kesempatan itu telah menjadi titik awal untuk mengubah keterampilan menjadi penghidupan. (*/imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *