oleh

IDAI Jaya Dorong Partisipasi Dokter untuk Edukasi Masyarakat akan Pentingnya Imunisasi

JAKARTA — Dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2025 yang mengusung tema “Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas”, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan talkshow bertajuk “Pentingnya Imunisasi Lanjutan pada Anak Sekolah” pad Raabu (30/4/2025). Kegiatan yang berlangsung di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakpus tersebut dihadiri secara luring dan daring oleh guru-guru sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta.

Dalam sambutan Ketua Bidang Organisasi dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA(K) yang mewakili Ketua IDAI Jaya, menegaskan bahwa IDAI berkomitmen untuk terus mendukung program imunisasi nasional.

“Kami mendorong partisipasi aktif para dokter anak untuk mengedukasi masyarakat dan memperluas cakupan imunisasi, serta memfasilitasi kolaborasi lintas sektor guna memastikan perlindungan anak-anak dari penyakit berbahaya,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa imunisasi adalah upaya untuk melindungi anak-anak terhadap penyakit-penyakit  yang berpotensi fatal, misalnya difteri, tetanus, dan polio. Jika anak terinfeksi secara alamiah itu bisa dirawat, bisa sampai ICU. Bahkan bisa mengakibatkan kematian. “Karena imunisasi banyak jenis penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, kini sudah tidak kita temukan lagi,” katanya.

Meski seorang anak sudah mendapatkan imunisasi lengkap pada dua tahun pertama, namun Yogi mengatakan adaa beberapa jenis imunisasi yang perlu untuk diulang pada saat anak berusia sekolah dasar. Imunisasi ini bersifat menguatkan imunisasi yang sebelumnya pernah didapatkan oleh anak. “Jadi sifatnya sebagai booster, sehingga efek imunisasi yang tadinya sudah lemah bisa bagus lagi,” lanjut Yogi.

Dengan imunisasi lanjutan ini, perlindungannya menjadi lebih panjang. Karena imunisasi sejatinya tidak hanya berlaku untuk anak-anak, tetapi juga bisa untuk dewasa.

Ia berharap kolaborasi lintas sectoral ini menjadi dukungan IDAI terhadap program imunisasi nasional. Karena imunisasi tidak akan terlaksana maksimal jika hanya dari pihak dokter, tetapi perlu dukungan semua sektor termasuk para guru.

Pada kesempatan yang sama, Dhiemas Anggareksa, Ketua Pimpinan Pusat IMP bidang kesehatan menyampaikan pihaknya akan mendukung imunisasi karena sangat penting bagi anak-anak Indonesia. Sebagai basis pelajar, ia juga mendorong siswa untuk mengikuti imunisasi.

“Kami berharap anak-anak bisa menjelaskan kepada orang tua akan pentingnya imunisasi,” tegasnya.

Ia mengimbau pada masyarakat untuk melengkapi vaksinasi pada anaknya agar terlindung dari berbagai penyakit. “Vaksinasi adalah bagian dari upaya untuk kita sehat,” katanya.

Sementara itu, dr. Inggrita Wisnuwardani dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyoroti pentingnya imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah.

“Banyak imunisasi penting yang diberikan pada masa sekolah, seperti vaksin campak-rubella, difteri, tetanus, dan HPV. Ini semua bertujuan untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang bisa mengganggu kesehatan mereka di masa sekolah hingga dewasa nanti,” jelasnya.

Dalam sesi talkshow, dr. Melani Rakhmi Mantu, SubSp. TKPS (K) dari UK Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial IDAI Cabang DKI Jakarta, menekankan bahwa imunisasi yang diberikan kepada anak sudah terbukti aman dan efektif.

“Semua imunisasi yang direkomendasikan telah melalui kajian ilmiah yang ketat. Imunisasi terbukti sangat efektif mencegah penyakit berbahaya dan memastikan anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal,” tegasnya.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, terlihat dari testimoni para guru yang hadir. Salah satu peserta, Farida Irlanti, guru SDN Cempaka Putih Timur 03 di Jakarta Pusat, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baginya dan siap mendukung upaya imunisasi kepada anak-anak agar kesehatannya terlindungi dan dapat berprestasi di sekolah.

“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Saya jadi lebih paham bahwa imunisasi lanjutan bukan hanya untuk bayi, tapi sangat penting bagi anak usia sekolah agar mereka tetap sehat dan optimal dalam belajar. Kami siap mendukung upaya imunisasi agar anak-anak kami terlindungi dan bisa berprestasi di sekolah,” ungkapnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak, terutama para guru dan tenaga pendidik, yang dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran pentingnya imunisasi lengkap, sehingga Indonesia dapat melahirkan generasi emas yang sehat dan tangguh pada 2045. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *