oleh

Gelar Bukber dengan Balkoters, Dirut Dharma Jaya: Siap Kembangkan Peternakan Sapi di Ciangir

JAKARTA – Dalam rangka mendukung program Pemprov DKI Jakarta tentang ketahanan pangan, Perumda Dharma Jaya siap mengembangkan lahan penggemukan sapi di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Di lokasi ini terdapat lahan seluas 70 hektar yang bisa dibangun kandang, ladang rumput, cold storage, dan lainnya.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman pada acara Bukber dengan Balkoters (Wartawan Balaikota dan DPRD DKI Jakarta) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (5/3). “Pilihan lokasi di Ciangir jauh lebih bagus dibandingkan saat ini di Serang. Selain lokasinya lebih dekat, lahan dan hawanya sangat mendukung untuk budidaya sapi, kambing, domba, dan lainnya,” kata Raditya didampingi jajaran direksi.

Di Ciangir sebenarnya lahan milik Pemprov DKI seluruhnya seluas 100 hektar, namun yang 30 hektar sudah digunakan untuk Lapas napi asimilasi sebagai lahan bercocok tanam. “Jadi, dari lahan 70 hektar, pada tahap awal kita akan manfaatkan 40 hektar untuk peternakan dan penyimpanan daging. Saat ini kami baru melengkapi surat-suratnya. Semoga habis Iduladha pada bulan Mei sudah bisa dibangun kandang sapi dan lainnya. Targetnya pada akhir 2026 sudah bisa digunakan,” jelas Raditya.

Menurut Raditya, pada 2026 pihaknya menargetkan pemasukan sapi hidup hingga 10.000 ekor. Namun kuota yang diberikan Kementerian Pertanian hanya 7.500 ekor. “Dari 7.500 itu, dengan kondisi Dharma Jaya yang sekarang, kami baru bisa mendatangkan sekitar 3.119 ekor. Bukan karena takut tidak laku, tapi karena keterbatasan tempat,” kata Raditya.

Ia menjelaskan Dharma Jaya sebenarnya memiliki lahan seluas 12 hektar di Serang yang secara kapasitas mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi. Namun, peruntukan lahan tersebut telah berubah sehingga tidak lagi dapat digunakan sebagai kandang. “Peruntukan tanahnya berubah, yang tadinya boleh sebagai kandang sekarang hanya boleh untuk agrowisata. Jadi kandang yang ada tidak bisa diperlebar atau ditambah,” katanya.
Baru-baru ini Dharma Jaya telah mendatangkan 590 ekor sapi. “Tujuannya untuk mengantisipasi isu kelompok pedagang daging akan mogok jualan secara massal. “Jika aksi mogok berjalan, maka kami lakukan antisipasi dengan menambah cadangan sapi hidup,” ungkap Raditya.

Acara bukber disertai paparan berjudul ‘Mengawal Isu Ketahanan Pangan di Bulan Ramadan 1447 Hijriyah’ dihadiri 50-an anggota Balkoters. Acara tersebut juga diisi dengan tausyiah yang dibawakan oleh Ustad Zaenal. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *