JAKARTA – Ramai dibicarakan, Pemilihan Dewan Kota (Pildekot) saat ini menjadi trending isu menarik yang diperdebatkan masyarakat Jakarta Pusat (Jakpus).
Isu yang berkembang, masyarakat menginginkan calon Dekot yang memiiki kecerdasan, berpengalaman, bisa bersinergi dengan lembaga masyarakat.
Kriterianya diantaranya, calon Dekot harus dikenal dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat maupun bidang sosial di wilayah.
Ketua Forum RT/RW Kelurahan Bungur, Dhony Wendra membenarkan, masyarakat Bungur menginginkan calon Dekot yang memiliki jiwa keadilan dalam mencerminkan rasa kebersamaan dengan wilayah.
“Intinya Dekot harus dikenal di masyarakat juga cerdas dalam mendorong aspirasi masyarakat serta berperan aktif mengawal pemberdayaan masyarakat maupun bidang sosial di wilayah,” ungkap Dhony kepada Wartawan, Kamis (23/5/2024).
Dalam penyelenggaraan pemilihan, Dhony juga mengkritik Biro Pemerintahan Setda DKI Jakarta yang tidak mendukung anggaran untuk kegiatan Pildekot. Sehingga masing-masing kelurahan pusing tujuh keliling. “Masa sih, penyelenggaran Pildekot biro Pemerintahan tidak ada anggarannya. Informasi tersebut ketika saya menghubungi Kabag Pemerintahan Setko Jakpus,” terangnya.
Dia juga mengingatkan tim pansel bentukan Wali Kota Jakpus untuk bekerja kapabilitas, transparansi, netralitas dan profesional dalam menentukan pilihan calon Dekot. “Saya ingatkan saja nih, jangan ada tarik menarik kepentingan politik. Apalagi pesanan titipan,” tandasnya.
Sementara Ketua RW 09 Bungur, Eky, menyampaikan aspirasi masyarakat (Asmas) Bungur berharap calon Dekot yang nantinya sebagai pendamping pejabat teras dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakpus cerdas dalam mendorong Asmas seperti kegiatan swakelola tipe IV yang dikerjakan oleh masyarakat..
“Dekot harus mendorong kegiatan swakelola tipe IV yang dikerjakan oleh masyarakat, karena masyarakat juga memiliki kemampuan yang sama dalam mengerjakan kegiatan tersebut,” imbuhnya.
Eky mengungkapkan, dalam penyelenggaran ini yang akan disoroti tim pansel tingkat kota Jakpus harus bekerja sungguh-sungguh dalam menyeleksi dan menilai kemampuan calon dekot.
“Harus berubah maindset tim pansel, bekerjalah secara profesional dan transparansi dalam memilih calon pildekot. Sehingga menghasilkan calon yang berkriteria profesional juga dalam bersinergi dengan lembaga masyarakat,” harapnya. (van)








Komentar