oleh

Dukung Kebijakan Pemprov DKI, Ketua FKDM Jakarta Usul Jukir Minimarket Diberdayakan Jadi Satpam

JAKARTA  – Pemprov DKI Jakarta diminta tidak asal menertibkan juru parkir di kawasan minimarket. Sebaiknya tukang parkir yang umumnya adalah warga setempat diberdayakan sebagai petugas Satpam yang digaji oleh pengelola retail untuk meningkatkan keamanan tempat belanja tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta Tobaristani. “Kami sangat mendukung kebijakan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono terkait penanganan terhadap juru parkir  di minimarket. Tapi sebaiknya mereka jangan cuma ditangkap lalu dikenakan sidang Tipiring, melainkan mereka dibina dan diberdayakan sebagai Satpam minimarket,” kata Toba kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/5).

Toba menambahkan bahwa keinginan Heru agar penertiban jukir di minimarket dilakukan dengan manusiawi merupakan kebijakan yang humanis. “Pak Heru ingin memanusiakan manusia, tidak asal menertibkan. Ini menjadi cerminan Pak Heru sebagai pemimpin yang berakhlak mulia. Alangkah baiknya ada pendekatan dengan pihak minimarket dan jukir eksisting bisa diangkat sebagai Satpam karena kawasan minimarket cukup sering terjadi pencurian seperti mengutil barang dagangan atau pencurian sepeda motor,” ujar Toba.

Ia berharap, atensi dari Heru ini dapat diimplementasikan dengan baik oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama para pemangku kepentingan. “OPD terkait harus melakukan tindak lanjut dengan duduk bersama para pemangku kepentingan untuk mencapai solusi terbaik,” terangnya.

Menurutnya FKDM sudah melakukan monitoring, minimarket itu tidak ada tenaga keamanan atau jukir resmi. “Kami ingin jukir eksisting dipekerjakan dan digaji resmi agar parkir di minimarket bisa gratis. Satpam digaji oleh minimarket dan dilarang mengutip uang parkir,” tandas Toba.

Menurut Toba, adanya tenaga keamanan sekaligus jukir resmi tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada konsumen secara maksimal.

“Saya yakin menggaji Satpam   tidak akan membuat rugi perusahaan, bahkan mungkin jumlah pembeli meningkat karena lokasi aman dan tak ada pungutan parkir. Citra perusahaan semakin baik karena ikut mengatasi pengangguran di Jakarta dengan memberikan pekerjaan dan upah layak,” pungkasya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *