POSKOTA.CO – Malaikat Kondoleezza (20), warga Kota Bogor datang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) mengurus e-KTP.
Kedatangan Malaikat ke Disdukcapil di Jalan Raya Pajajaran No.125, RT 01/05, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, awalnya berjalan biasa saja.
Ia duduk dan membaur dengan warga lain dikursi yang tersedia. Malaikat mulai menjadi perhatian banyak orang, saat Kepala Dinas Dukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan menyapanya.
Gadis berkulit hitam dengan rambut ikal yang mengaku tinggal di Jalan Drupada, Perum Indraorasta 2 ini ternyata sangat fasih berbahasa Indonesia.
“Saya orang Indonesia,” jawab Malaikat saat ditanya Kepala Dinas.
Melihat namanya yang sangat jarang ada dan mengejutkan ini, Ganjar Gunawan kembali bertanya, benarkah ini namamu?.
“Malaikat, yes itu nama saya,”ujarnya.
“Wouw,” balas Ganjar Gunawan.
Kamu asal mana? Bapak saya dari Afrika, tepatnya Nigeria. Ibu asli Indonesia.
Diakhir pembicaraan, Malaikat memuji layanan Diskucapil yang sangat baik dan cepat serta tanpa pungutan.
Disdukcapil Kota Bogor meluncurkan program baru bernama Sampurasun Disdukcapil pada Senin (27/2/2023). Program ini sangat baik dan dirasakan masyarakat hingga sekarang karena layanan yang baik serta bebas dari pungutan.
“Masyarakat kini bisa mendapatkan informasi dan layanan konsultasi dari mana saja, tanpa perlu datang ke Kantor Disdukcapil. Itu bisa mereka dapatkan melalui hotline WhatsApp yang mulai beroperasi pada Senin, 27 Februari 2022,” ujar Ganjar dalam vidionya.
Disdukcapil juga membuka dua nomor hotline yakni 081290003271 dan 082190003271.
Ganjar menerangkan, kedua nomor tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pada jam kerja kantor yakni Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 WIB.
“Selama ini masyarakat kami sediakan dua jalur komunikasi yaitu offline di Kantor Disdukcapil yaitu pojok layanan aduan. Kedua lewat media sosia Instagram Disdukcapil. Tapi, tidak semua warga sempat datang karena bekerja sampai malam, dan tidak semua warga punya akun media sosial. Makanya buka di luar jalur itu agar masyarakat punya ruang lebih untuk berkomunikasi,” ujarnya. (yopi/fs)







Komentar