oleh

Dipicu Program KDS, Rapat Paripurna LKPJ Depok Memanas Tujuh Fraksi Walk Out

POSKOTA.CO – Sidang Paripurna DPRD Kota Depok beragendakan Rapat Paripurna Rekomendasi Hasil Pembahasan Pansus LKPJ Wali Kota Depok Tahun 2021 dan Penutupan Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2022 sempat memanas terkait adanya dugaan masalah dalam Kartu Depok Sejahtera (KDS) yang disampaikan Komisi D saat rapat paripurna DPRD Depok.

“Kami minta pimpinan sidang dalam Rapat Paripurna DPRD Depok Hasil Pembahasan Pansus LKPJ Wali Kota Depok Tahun 2021 dan Penutupan Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2022 untuk mengupas dan menjawab hasil temuan dugaan masalah dalam KDS yang dilaksanakan Pemkot Depok dari Komisi D, ” tegas Ketua Fraksi PDIP Ikravany Hilman kepada Yusufsyah Putra, Ketua DPRD Depok yang memimpin sidang Paripurna DPRD Depok terkait Pansus LKPJ Wali Kota Depok tahun 2021 dan Penutupan Masa Sidang Pertama tahun sidang 2022 di gedung DPRD Depok, Kamis (28/4).

Hasil temuan Komisi D terkait kejanggalan pada program KDS yang direnakanan Pemkota Depok harus dituntaskan terlebih dahulu dalam rapat tersebut agar dugaan adanya masalah di KDS dapat diselesaikan dengan bijaksana dan didengar seluruh anggota DPRD Depok dalam sidang tersebut.

Insterupsi pimpinan Fraksi PDIP usulan agar temuan adanya dugaan masalah dalam DKS dari Komisi D hendaknya dibahas sebelum melanjutkan sidang, ujarnya karena tidak mendapatkan perhatian dalam sidang tersebut membuat beberapa anggota DPRD berang yang protes dengan aksi pimpinan sidang.

Aksi keberatan juga disampaikan anggota DPRD Depok dari Fraksi Golkar Tajudin Tabari yang berharap dugaan masalah temuan KDS hendaknya dijawab dan disampaikan terlebih dahulu sebelum sidang dilanjutkan.

Bahkan, Wakil Ketua DPRD Depok dari fraksi Gerindra Yeti Wulandari, juga sempat menegur Ketua Pimpinan Sidang Yusufsyah Putra untuk juga mengikuti tata tertib dalam sidang yaitu tidak boleh men-skor sebuah usulan tanpa dukungan oleh seluruh fraksi.

“Ketua sesuai tata tertib, ketua tidak bisa men-skors usulan pembahasan KDS tanpa persetujuan dari anggota,” ujarnya kepada Yusufsyah Putra.

Hal serupa juga dilontarkan, Anggota DPRD dari fraksi Demokrat-PPP Edi Sitorus yang meminta kepada pimpinan sidang agar mendengarkan masukan dari beberapa anggota Komisi terlebih Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Wulandari namun Yusufsyah Putra malahan langsung berdiri sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok itu.

Saking emosinya, Ketua DPRD Depok Yusufsyah Putra bahkan dengan ‘garang’ menegaskan. “Saya ini Ketua,” ucap Yusufsyah Putra sambil menunjuk ke arah Edi Sitorus.

Mendapatkan tanggapan tersebut, Ketua Fraksi Demokrat Depok, Edi Sitorus merespon dengan keras dengan menunjuk dan menyampaikan keluhan dengan suara lantang dalam sidang tersebut hingga memuci keributan yang lebih besar lagi.

Akibat banyak yang tidak direspon usulan dan dinilai arogan Ketua DPRD Depok Yusufsyah Putra sejumlah Fraksi di DPRD Depok melakukan Walk Out yaitu fraksi Gerindra, PDIP, Golkar, Demokrat-PPP, PAN, PKB-PSI hany fraksi PKS yang tetap bertahan dalam sidang yang dihadirkan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.