oleh

Desak Klarifikasi Dugaan Perubahan Aliran Kali Cikokol, Massa Almamater Lima Geruduk Tangcity Mall

TANGERANG – Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Madani Tangerang Libas Mafia (Almamater Lima) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan TangCity Mall, Kota Tangerang. Mereka mendesak klarifikasi terbuka terkait dugaan perubahan alur Kali Cikokol, perbedaan data luas Taman Potret, hingga realisasi sejumlah komitmen yang disebut pernah disampaikan pihak pengelola TangCity Mall saat awal pembangunan.

Koordinator Almamater Lima, Djoko Handoko yang akrab dipanggil Djalu mengatakan, aksi lanjutan ini dilakukan karena tuntutan yang telah disampaikan pada aksi sebelumnya dinilai belum mendapat tanggapan maupun penjelasan resmi dari pihak terkait.

“Kami menuntut adanya penjelasan terbuka kepada masyarakat. Jika memang tidak ada persoalan, sampaikan kepada publik secara transparan. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya,” ujar Djalu dalam orasinya, Jumat (3/7/2026).

Salah satu isu utama yang disoroti adalah dugaan perubahan alur Kali Cikokol. “Apabila memang terjadi perubahan aliran sungai, pemerintah maupun pihak terkait harus menjelaskan dasar hukum, perizinan, serta kajian teknis yang menjadi landasannya,” ujarnya.

Menurutnya fungsi sungai tidak boleh dipandang sebelah mata. “Kami meminta kondisi aliran Kali Cikokol dijelaskan secara terbuka. Bila ditemukan adanya perubahan yang tidak sesuai ketentuan, maka harus ada langkah pemulihan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Djalum

Almamater Lima juga menyoroti adanya perbedaan data mengenai luas Taman Potret. Berdasarkan papan informasi di lokasi, luas taman tercantum 12.000 meter persegi. Sementara, pada portal TamanKita milik Pemkot Tangerang tercatat seluas 9.600 meter persegi. “Hasil kajian lapangan yang dilakukan tim Almamater Lima bahkan memperkirakan luas eksisting taman hanya sekitar 5.050 meter persegi,” ungkapnya.

Djalu menambahkan, perbedaan data tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. “Kami tidak sedang menggiring opini. Kami hanya meminta pemerintah menjelaskan mengapa terdapat perbedaan data yang dapat diakses masyarakat. Transparansi adalah hak publik,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan permohonan klarifikasi kepada Pemkot Tangerang, termasuk kepada Walikota Tangerang. Namun, hingga aksi kedua digelar, belum ada penjelasan resmi diberikan. Massa juga meminta aparat kepolisian memfasilitasi pertemuan dengan manajemen TangCity Mall agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan memperoleh penjelasan dari pihak pengelola.

Almamater Lima turut menagih realisasi sejumlah komitmen yang disebut pernah disampaikan manajemen TangCity Mall pada awal pembangunan kawasan tersebut. “Saat proses pembangunan, TangCity Mall disebut berkomitmen menjadi pusat perbelanjaan yang mengangkat budaya lokal Kota Tangerang, menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja lokal, membangun kemitraan berkelanjutan dengan pelaku UMKM, serta menghadirkan kawasan bisnis yang ramah lingkungan. Namun, semua belum terealisasi secara optimal,” teriak Djalu.

Menurutnya pelestarian budaya lokal kini tidak lagi terlihat berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, ia juga mempertanyakan capaian penyerapan tenaga kerja lokal serta efektivitas kemitraan dengan pelaku UMKM yang dinilai belum berjalan sesuai harapan dan harus dievakuasi. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *