POSKOTA.CO – Hari Uang Tahun (HUT) 103 tahun Gedung Gereja Zebaoth dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan tokoh lintas agama. Gereja ayam, gereja yang berada dalam lingkup Istana Bogor ini, masuk dalam sinode GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) merupakan salah satu gereja yang sudah masuk dalam cagar budaya.
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Zebaoth Bogor Pdt Margie Ririhena-De Wanna dan Ketua Panitia HUT 103 tahun Gedung Gereja Zebaoth bersama Pendeta Marthen Leiwakabessy menyerahkan kenang-kenangan kepada Wali Kota Bima Arya.
Bima dalam pesannya di hadapan jemaat Zebaoth Bogor menitikberatkan pada persatuan dan kebersamaan masyarakat di Kota Bogor. Orang nomor satu di kota hujan ini menegaskan, keberadaan Zebaoth dengan jemaatnya sangat bersinergi dengan pemerintah. Bahkan Bima bercerita, saat Natal ketika kunjungan Presiden Jokowi ke Gereja Zebaoth, presiden sempat bertanya pada dirinya tentang jumlah warga non-muslim di Kota Bogor dan sejarah Gereja Zebaoth.
“Pak Presiden sempat tanya ke saya saat kunjungan ke Zebaoth. Saya bilang, dari Zebaoth bisa tersambung ke dalam Istana. Pak Jokowi kaget,” demikian kata Bima Arya Minggu (5/2/2023).
Di akhir pesannya, Bima Arya mengatakan rasa kecemasannya terkait persatuan di antara sesama warga Kota Bogor pasca dirinya akan lengser di akhir tahun 2023 ini. “Pembangunan bisa dilanjutkan tapi apakah persatuan bisa dipertahankan? Saya belum tahu. Tapi yang jelas, jemaat Zebaoth selama ini telah menyumbang banyak ide dan gagasan bagi pembangunan di Kota Bogor,” ujarnya.
Salah satu jemaat yang mengisi hari ulang tahun ini dengan mendonorkan darah di GSG 1 gedung Gereja Zebaoth mengatakan, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena memiliki gedung gereja berusia tua, 103 tahun.
Usia yang tidak singkat menapaki perjalanan sejarah mewartakan Injil di Bogor khususnya di Kota Bogor dan sekitarnya. “Gedung Gereja Zebaoth ini orang menyebutnya sebagai gereja ayam, itu karena di puncak menara ada simbol ayam jantan,” kata warga ini senang.
“Salah satu kegiatan dari HUT 103 tahun Zebaoth adalah aksi donor darah. Darah yang terkumpul atas kerja sama dengan PMI, akan disalurkan bagi yang membutuhkan,”paparnya lagi.
Berdasarkan data, gedung gereja yang terletak di pusat Kota Bogor serta merupakan satu-satunya gereja yang keberadaannya menyatu dengan kawasan Istana Bogor serta Kebun Raya Bogor ini berdiri pada bulan Oktober 1946.
Sejarah mencatat, awalnya nama gedung gereja ‘Koningin Wilhelmina Kerk’ ini digunakan sebagai tempat beribadah warga jemaat GPIB yang berada di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor serta wilayah di sekitarnya.
Pada 31 Oktober 1948 nama gedung gereja disebut GPIB Bogor, dan sejak tanggal 3 Oktober 1995 disebut sebagai gedung gereja Jemaat GPIB Zebaoth Bogor. Nama Zebaoth dalam Kamus Alkitab berarti ‘Semesta Alam’ yang mengandung arti kekuasaan Tuhan, sedangkan sebutan Allah Israel yang mengutamakan kekuasaan-Nya atas langit dan bumi dan atas segala kekuatan duniawi. Kata ‘zeba’ot’ dalam bahasa Ibrani secara hurufiah berbentuk jamak, berarti tentara. Secara harafiah artinya tentara yang siap sedia melaksanakan perintah Allah.
“Sampai dengan usia 103 tahun, gedung gereja ini sudah menjadi tempat beribadah bagi 1.600 kepala keluarga atau sekitar kurang lebih 6.000 jiwa yang berasal dari berbagai suku, dengan berbagai latar belakang pendidikan, budaya maupun ekonomi,” kata salah satu pengurus. (*/yopi)







Komentar