DEPOK – Semakin pesatnya perkembangan Kota Depok membawa pengelolaan infrastruktur/perbaikan jalan provinsi dan nasional telah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) secara signifikan.
“Tantangan utama saat ini adalah memastikan pemeliharaan jalan tetap maksimal di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan,” kata Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kota Depok Yodi Joko Bintoro pada Senin (25/5/2025).
Dinamika yang terjadi sekarang memang cukup berat, ujar Yodi, sebagai contoh pertama kita kemarin sudah bersurat dan sudah mendapatkan rekomendasi terkait dengan status jalan. Status jalan dari Jalan Juanda, Jalan Margonda Raya, Jalan Raya Arif Rahman, Jalan Raya Nusantara sampai Jalan Raya Sawangan hingga Jalan Raya Muhtar yang sekarang sudah dikelola atau diserahterimakan kepada Kota Depok.
“Tantangannya apa? Di tengah efisiensi ini, kita bisa memaksimalkan bagaimana pemeliharaan jalannya. Itu yang pertama,” ucap Yodi, usai pelantikan menjadi kepala DPUPR Kota Depok, sebagaimana dikutip media ini, Selasa (26/5/2026).
Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi, Dinas PUPR memastikan program-program pembangunan infrastruktur prioritas Wali Kota Depok tetap berjalan sesuai target. “Salah satu proyek yang akan segera dimulai dalam waktu dekat adalah pembangunan Jalan Enggram,” tutur Yodi.
”Yang kedua, kita juga sekarang sedang melakukan program-program prioritas dari Pak Wali. Bulan Juni awal nanti, kita sudah mulai groundbreaking Jalan Enggram. Mudah-mudahan Sawangan Kubro dan Sawangan Sugro itu segera kita selesaikan, ya. Kemudian juga tahun ini juga, sedang pembebasan lahan, kita akan lakukan pelebaran simpang Parung Bingung,” jelas Kadis PUPR Depok.
Pemkot Depok juga mengoptimalkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk melakukan intervensi cepat pada sejumlah titik krusial yang membutuhkan penataan dan pelebaran jalan segera.
“Di BTT ini juga, Pak Wali mengarahkan pelebaran dan penataan jalan di Pasir Putih, kemudian di Cinere, dan nanti ke depannya juga kita coba lakukan dengan BTT terkait dengan Jalan Sawangan Permai dan Sawangan Village. Mungkin itu ke depannya,” tambah Yodi.
Menanggapi masalah tersebut kalau studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) untuk proyek flyover baru di Kota Depok telah rampung digarap oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dinas PUPR kini bersiap melanjutkan tahapan teknis berikutnya agar proses lelang bisa dilakukan di akhir tahun 2026 ini.
“Juga kita sekarang sudah ada hasil dari FS, FS flyover. Studi kelayakan flyover yang sudah selesai dilakukan oleh Bappeda. Kemungkinan besar kita akan melakukan seleksi terkait dengan basic design, kemudian dilanjutkan dengan MK (Manajemen Konstruksi), dan kemudian lelangnya di akhir tahun nanti, bulan November-Desember,” terang Yodi.
Melihat padatnya agenda pembangunan tersebut, Yodi mengakui, tahapan yang harus dilalui sangat ketat tapi keterbatasan anggaran justru memicu Dinas PUPR untuk berinovasi mencari pola dan skema pemeliharaan infrastruktur yang lebih efektif.
“Jadi, tahapannya memang rigid dan sistematis, dan kemudian padat ya. Tapi efisiensi, di tengah efisiensi ini tadi, kita coba kembangkan skema-skema baru terkait dengan pemeliharaan. Kita juga akan coba bagaimana kemungkinan dan peluangnya nanti ke depan. Tidak boleh pesimis, tetap optimis,” pungkasnya. (*/anton)







Komentar