oleh

Bareskrim Polri Usut Kasus Paspor  Palsu Milik Terpidana Adelin Lis

POSKOTA.CO-Penggunaan paspor palsu yang oleh  terpidana kasus korupsi Adelin Lis atas nama Hendro Leonardi kini diusut Bareskrim Polri. Paspor itu diduga dipakai Adelin Lis dalam pelariannya di Singapura.

Bareskrim Polri bekerjasama dengan Imigrasi mengusut asal usul paspor tersebut. “Penyelidikan sedang jalan, Bareskrim berkoordinasi dengan imigrasi untuk mendalami data palsu di paspor yang digunakan Adelin Lis,” kata Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto, Senin (21/6/2021).

Bareskrim Polri akan menelusuri dari mana terpidana Adelin Lis membuat paspor dan bagaimana proses penerbitannya. Polri juga berkoordinasi dengan Kepolisian di Singapura terkait paspor palsu tersebut. “Dirtipidum sudah berkoordinasi dengan SLO Polri di Singgapura. Sekarang kami menunggu pelimpahan masalah paspor Adelin Lis dari Kejaksaan Agung,” ujar Komjen Agus.

Dijelaskan, Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Kejaksana Agung dalam pelaksanaan menggali data paspor yang digunakan oleh terpidana pembalakan liar Adelin Lis. “Kami minta info paspor yang digunakan yang bersangkutan, sudah dikirim, paspor terbit 2017, lanjut kami koordinasi dengan Ditjen Imigrasi,” ujarnya.

Sebelumnya pihak Kejaksaan Agung berhasil membawa pulang buronan Adelin Lis yang sudah 10 tahun menjadi buronan kasus pembalakan liar dan korupsi. Terpidana Adelin Lin ditangkap oleh Pemerintah Singapura karena penggunaan paspor palsu atas nama Hendro Leonardi dan hukum denda 14.000 dollar Singapura atau sekitar Rp140 juta dan dideportasi.

Kedutaan Besar RI di Singapura kemudian menyampaikan brafax (kawat diplomatik) kepada Jaksa Agung perihal proses hukum WNI atas nama Hendro Leonardi dengan dakwaan pemalsuan identitas atas nama Adelin Lis.

Pada 8 Maret 2021, dari hasil koordinasi Atase Polri dengan Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara, diperoleh hasil bahwa Adelin Lis merupakan WNI dan merupakan DPO Penyidik Polda Sumatera Utara.

Adelin Lis juga masuk ke dalam Red Notice Interpol No. A-2671/1-12007, tanggal 19 November 2007 dan belum kedaluwarsa.

Kejaksaan Agung membawa Adelin Lis dari Singapura ke Jakarta pada Sabtu (19/6/2021) langsung menjalani eksekusi atas vonis hukuman yang dijatuhkan oleh Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung menjatuhkan hukum kepada Adelin dipidana 10 tahun penjara, denda 1 miliar rupiah dan uang penganti Rp199,8 miliar dan reboisasi 2,938 juta dollar AS.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *