oleh

Bangunan di Jalan Pintu Air Melanggar Izin, Dibiarkan

POSKOTA.CO – Lagi-lagi, pembangunan bermasalah di wilayah Jakarta Pusat menjadi sorotan publik. Seperti pembangunan enam lantai untuk ratusan pintu kamar kosan terletak di Jalan Pintu Air V, Pasar Baru, Sawah Besar menjadi perbincangan masyarakat.

Meskipun, pembangunan tersebut secara kasat mata melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) malah dicuekin petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat dengan sengaja mengulur waktu alias pembangunan nya hingga sebentar lagi rampung.

“Sudah membangun melebihi ketinggian tidak sesuai izin pula malah sekarang di samping bangunan itu dibangun kios hingga berderet. Dari dulu memang kerja petugas CKTRP modelnya kayak gitu, pada sandiwara semuanya,” kritik Ujang (52) warga Sawah Besar, Jumat (11/9/2010).

Sementara itu, saat dikonfirmasi soal pembangunan melanggar di Jalan Pintu Air V Pasar Baru ini, Kadis CKTRP, Heru Hermawanto, Kasudin CKTRP, Zulkifli Arbi hingga pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat, melalui telepon enggan menjawab alias bungkam. Begitu juga saat ditanya lewat pesan singkat What’s App (WA) mereka diam.

Ditempat terpisah, staf Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat, Dawud sempat mengeluh bahwa usulan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) yang diusulkan CKTRP Jakpus ke Satpol PP Jakarta Pusat untuk dibongkar.

“Banyak usulan Rekomtek terhadap bangunan melanggar dari Sudin CKTRP Jakarta Pusat. Tapi saat dicek ke lokasi pembangunannya sudah selesai dan ditempati penghuni seperti di wilayah Kecamatan Tanah Abang usulannya tahun 2018,” ungkapnya.

Sedangkan, bangunan yang terletak di Jalan Pintu Air V Pasar Baru, kata dia sudah masuk Rekomtek nya beberapa hari lalu. Namun di lokasi pembangunan tersebut 95 persen akan selesai. “Kalau yang pembangunan di Jalan Pintu Air V, Pasar Baru bangunannya sudah 95 persen dan Rekomteknya baru masuk beberapa hari lalu,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat, Dede Sulaeman meminta petugas CKTRP Jakarta Pusat obyektif dalam mengusulkan Rekomtek terhadap pembangunan melanggar, sehingga dinilai publik tidak pilih kasih. “Pembangunan-pembangunan melanggar seperti itu harus ditindak sesuai aturan. Jika ditemukan pelanggaran karena tidak sesuai IMB, jalankan tupoksi sebagai pengawas bangunan secara profesional,” tandasnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *