POSKOTA. CO – Kepekaan dan kecepatan tanggap dalam memberi pertolongan bagi masyarakat, terus digalang kader PDI Perjuangan Kota Bogor.
Bahkan demi mencapai tim yang handal, kuat dan responsif dalam memberikan bantuan bagi warga yang terdampak bencana, kader banteng yang tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Pusat PDI Perjuangan setiap bulannya menggelar Diklat SAR.
Kali ini, kegiatan Diklat SAR dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, Minggu (19/12/2021).
Diklat SAR ini diikuti oleh ratusan relawan Baguna. DPC PDI Perjuangan Kota Bogor mengirim delapan anggotanya. Mereka adalah Juli, Poppy Amelia, M. Irfan Noor, Ahmad Rifai, Ajat Sudrajat, Rahmat Heryana, Jajang Atmaja, dan Deni Siregar.

Wakil Ketua Baguna PDI Perjuangan Kota Bogor, Ahmad Rifai mengatakan, ada beberapa materi pelatihan yang diajarkan seperti, medical responder dan water rescue, yang terdiri dari penyelenggaraan SAR, management penanggulangan bencana, kompetensi dasar SAR, penetapan di bidang meteorologi dan geofisika, teori dan praktik.
Masih kata Rifai, diklat SAR hari ini merupakan kegiatan yang lanjutan dari beberapa kali pelatihan serupa.
Menurutnya, Diklat SAR ini terlaksana secara berkesinambungan, karena sudah merupakan kerjasama atau MoU PDI Perjuangan dengan Basarnas.
“Sebelumnya Baguna PDI Perjuangan juga telah melatih ratusan personil potensi SAR Baguna PDI Perjuangan dari sejumlah daerah,”ujar Rifai.
Saat ditanya tim pemberi materi, Rifai menegaskan, pemberi materi pelatihan bukan sembarangan, melainkan tenaga yang memiliki keahlian di bidangnya.
“Tujuan dari pelaksanaan Diklat SAR bagi relawan Baguna ini adalah untuk mencetak relawan yang handal dalam penanggulangan dan penanganan bencana, guna memberi pertolongan bagi masyarakat yang terdampak saat bencana. Pelatih orang Basarnas. Mereka menguasai semua pola kerja, termasuk mencari korban dengan radius tertentu dan pola kerja terukur. Ini ilmu yang sangat berharga,” ujarnya.

Rifai berharap, utusan dari PDI Perjuangan Kota Bogor sungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini, karena ilmu yang didapat, akan membentuk kemampuan kader potensial SAR bagi Baguna PDI Perjuangan.
“Melalui ilmu diklat SAR hari ini di Cibubur, Baguna PDI Perjuangan Kota Bogor akan menjadi kader yang handal, cepat dan tentunya aman dalam menjaga keselamatan dirinya saat dalam pencarian dan pertolongan. Ilmu hari ini sangat berguna,” tegas Rifai.
Sementara ditempat yang sama, Ketua DPP DPI Perjuangan Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Ribka Tjiptaning menandaskan kader PDI Perjuangan wajib menolong masyarakart yang terkena bencana tanpa mengenal batas dan golongan tertentu.
“Jangan pernah melihat dia pendukung saya atau bukan. Jangan seperti itu!. Yang penting kita tolong dulu. Seperti seorang ibu menolong anaknya, tanpa syarat dan tanpa batas,” kata Ribka disela penyelenggaraan Pelatihan Potensi SAR Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan.
Seluruh kader Baguna, sebutnya, harus berpengalaman dalam pertolongan warga pada berbagai bencana di berbagai daerah.
“Sesuai amanat Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, bahwa ‘kebahagiaan ku bukan ketika dekat dengan kekuasaan, tapi ketika menangis dan tertawa bersama rakyat’, demikian juga seharusnya seluruh kader Baguna bekerja,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya keberadaan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dan perlunya untuk selalu meningkatkan kemampuan anggotanya.
Megawati memberi contoh alasan kenapa Baguna selalu mendirikan dapur umum di setiap operasi penanganan bencana. Satu contoh bencana di Provinsi NTT, beberapa waktu lalu. Dimana warga kebingungan dan hanya berlarian ketika bencana terjadi.
Baguna PDI Perjuangan kemudian hadir dengan dapur umum untuk setidaknya menyiapkan logistik dan makanan untuk para warga korban bencana. (yopi/sir)







Komentar