oleh

Persembahan On Point Ballet School, Pertunjukan ‘Teka-Teki Tiga Masa’ Pukau Pengunjung Gedung Kesenian Jakarta

JAKARTA – Pertunjukan memukau dari On Point Ballet School se-JaBoDeTaBek, yang menggambarkan keindahan tari balet hasil kolaborasi lintas usia, budaya, dan disiplin seni. Pertunjukan bertajuk ‘Teka-Teki Tiga Masa’ tersebut dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Ester Agustina Manurung selaku Artistic Director sekaligus pendiri sekolah balet On Point Ballet School menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung suksesnya perhelatan Teka-Teki Tiga Masa tersebut. “Terimakasih atas semua dedikasinya, sehingga pertunjukan berlangsung sukses dan meriah,” ujar Ester di Jakarta, Selasa (5/8).

Pertunjukan yang berlangsung pada hari Minggu tanggal 3 Agustus ini menjadi perayaan seni yang menggugah hati. Pertunjukan dipimpin oleh Miss Ester Agustina yang menampilkan para murid sekolah balet On Point Ballet School yang berdiri lebih dari dua dekade dalam dunia balet Indonesia. Teka-Teki Tiga Masa bukan sekadar balet, tetapi narasi yang hidup, bercerita tentang kisah dua kakak beradik yang terpisah oleh badai laut, kemudian diselamatkan oleh Grand Mother Fairy, sosok magis yang diperankan oleh penari profesional asal Amerika Serikat Miss Marie Ritschard.

Pertunjukan menampilkan tata panggung futuristik, kostum elegan, dan tata cahaya sinematik. Penonton diajak masuk ke dunia fantasi yang penuh makna dan simbol. Pentas ini juga memberikan kedalaman emosional, bahkan oleh para penari cilik. Penonton jadi ikut larut dalam kisah yang dihadirkan, momen-momen hening, ketegangan, hingga keharuan.

Salah satu kekuatan pertunjukan ini adalah inklusivitasnya. Penari dari berbagai usia, mulai dari balita hingga dewasa, tampil dalam harmoni yang utuh. Momen istimewa juga hadir lewat penampilan Thalia Ester, mantan atlet senam artistik DKI Jakarta, yang berkolaborasi indah dengan para penari balet, termasuk kehadiran penari berhijab, menunjukkan bahwa batas antara disiplin seni bisa melebur dan melahirkan keindahan baru.

Ester menegaskan bahwa keberhasilan pertunjukan ini tidak hanya lahir dari para penari di atas panggung, tetapi juga dari kerja keras para guru, staf, dan tim produksi yang menjunjung tinggi profesionalisme. :Mulai dari pengaturan teknis, kenyamanan tamu undangan, hingga detail-detail kecil yang mencerminkan dedikasi On Point Ballet School dalam menyajikan pengalaman seni kelas dunia,” urainya.

Filosofi Ester Agustina adalah: Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tampil, berkembang, dan bersinar dengan keunikan masing-masing. Pertunjukan Teka-Teki Tiga Masa adalah sebuah pernyataan bahwa seni balet di Indonesia telah tumbuh dengan akar yang kuat dan cabang yang menjulang tinggi. Di bawah arahan Miss Ester Agustina Manurung, On Point Ballet School tidak hanya melatih keterampilan teknik, tetapi juga membentuk karakter, keberanian, dan rasa percaya diri generasi muda melalui seni. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *