oleh

MEMAHAMI MAKNA SIM

-Komunitas-136 views


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

SURAT Izin Mengemudi (SIM) merupakan suatu tanda pemberian hak istimewa kepada seseorang yang telah lulus uji di mana yang bersangkutan dianggap telah memiliki pengetahuan, kemampuan yang berkaitan dengan peraturan/perundang-undangan berlalu lintas. Kompetensi mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya dan kepekaan serta kepedulian akan keselamatan bagi dirinya maupun orang lain.

SIM sebagai suatu sistem:

  1. Legitimasi kompetensi yang menunjukkan SIM diperoleh dari ujian. Maka untuk mendapatkan SIM wajib ujian.
  2. Bagian dari sistem kontrol (penegakan hukum). SIM akan berkaitan dengan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan tilang. Hal tersebut menunjukkan bahwa SIM berkaitan dengan perilaku, keterampilan, dan pengetahuan. Yang telah, sedang, dan akan dibangun adalah TAR (Traffic Attitude Record) dan de merit system perpanjangan SIM: a. tanpa uji, b. uji ulang, c. cabut sementara, d. cabut seumur hidup.
    Kemudian ketiga, sistem forensik kepolisian.
  3. SIM yang merupakan bagian dari forensik kepolisian untuk penegakan hukum lainnya karena kejahatan bisa dari dan dengan menggunakan kendaraan bermotor.
  4. Sistem pelayanan prima. Pelayanan yang ada standar: a. kecepatan, b. ketepatan, c. keakurasian, d. transparansi, e. akuntabilitas, f. informatif, g. kemudahan mengakses.

Sistem SIM akan berkaitan pada kualitas: a. pendidikan keselamatan yang dibangun dan diajarkan, b. sistem yang dibangun (filling dan recording, tempat ujian SIM, materi ujian, kualitas penguji, keterkaitan dengan penegakkan hukum (tilang/gakkum lainya), c. peserta uji yang memenuhi standar baik pra, saat maupun pasca uji, d. produk SIM yang bisa menjadi bagian dari single identity (egovernment, ebanking dan epolicing).

Kualitas sistem SIM tersebut dapat dimasukkan dalam SDC (Safety Driving Centre). Yang akan berkaitan dengan ERI (Electronic Registration and Identification)/RIC (Registration and Identification Centre), SSC (Safety and Security Centre) yang akan menjadi pusat K3I (Sistem Komunikasi, Koordinasi, Komando pengendalian dan Informasi).

Ketiga sistem tersebut menjadi bagian dari TMC (Traffic Management System) dalam memberikan pelayanan administrasi, informasi, keamanan, keselamatan, hukum, dan kemanusiaan.

Dengan demikian SIM bukan dimohon, tetapi ujian. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *