oleh

Terpilih Lagi Sebagai Ketum PP KBI 2026–2030, Ngatino  Siap Rapikan Tata Kelola dan Cetak Prestasi Membanggakan

JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) berjalan lancar dan penuh dinamika. Ngatino kembali dipercaya untuk memimpin cabang olahraga bela diri ini setelah terpilih secara aklamasi dalam Munas yang dihadiri oleh 27 Pengurus Provinsi (Pengprov) dari seluruh Indonesia.

Munas yang diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya tersebut dipimpin oleh Ronny yang merupakan Ketua Pengprov KBI Banten. Sejak dibuka pada pagi hari, suasana musyawarah berlangsung kondusif meski sempat diwarnai sedikit dinamika dan riak-kkkriak kecil yang dinilai wajar dalam sebuah proses demokrasi organisasi.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Munas PP KBI, Sehat Damanik, yang juga menjabat sebagai Waketum Bidang Organisasi, menjelaskan bahwa dari tiga nama calon yang muncul—yakni Ngatino, Ihsan Nurjamil (Jabar), dan Ilham Permana (Sekjen)—hanya Ngatino yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan administratif dan dukungan secara sah.

Berdasarkan tata tertib, setiap calon wajib mendapatkan dukungan minimal dari 3 pendiri dan 12 Pengprov. Ngatino tampil sebagai calon tunggal yang memenuhi syarat setelah mengantongi dukungan resmi dari 21 Pengprov serta 7 pendiri. Sementara calon lainnya tidak berhasil memenuhi ambang batas dukungan Pengprov yang sah sebagai peserta Munas. Atas dasar tersebut, pimpinan sidang secara resmi menetapkan Ngatino sebagai Ketua Umum terpilih secara aklamasi.

“Prosesnya berjalan baik dan selesai dengan baik. Semua mekanisme organisasi telah dilalui dengan benar. Keabsahan peserta Munas menjadi fondasi utama Penetapan ini,” tegas Sehat Damanik.

Dalam sambutannya usai menerima bendera pataka PP KBI, Ngatino mengungkapkan fakta menarik di balik pencalonannya kembali. Ia mengaku sebenarnya sudah tidak berambisi untuk maju di periode berikutnya dan bahkan sempat mendorong figur lain, seperti Maman Abdurrahman (Menteri UMKM) yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina KBI, untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan.

“Saya sama sekali tidak haus kekuasaan. Sejak satu tahun lalu saya sudah minta teman-teman mencari figur terbaik. Bahkan kami sempat berharap Pak Maman maju. Namun, demi menjaga stabilitas dan atas dorongan kuat dari teman-teman daerah serta arahan Ketua Dewan Pembina, Pak Airlangga Hartarto, saya akhirnya menerima amanah ini kembali,” ujar Ngatino.

Menanggapi dinamika dari 5 Pengprov yang sempat berseberangan, Ngatino menegaskan pentingnya saling menghormati aturan main organisasi. “Dinamika itu biasa. Tetapi kita harus menghormati 21 Pengprov yang sudah bergerak sesuai mekanisme. Jangan sampai dinamika kecil merusak apa yang sudah kita bangun dari nol, dari KBI belum jadi apa-apa hingga kini sukses menyumbang emas di SEA Games dan Kejuaraan Dunia. Kalau ada yang mencoba mengganggu pembinaan prestasi, tentu akan kita evaluasi,” lanjutnya. (dk/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *