oleh

Harta Orang Mati, Saya Nggak Mau

POSKOTA.CO – Setiap sore mapun pagi hari setelah mandi saya berdoa dari jendela kamar memandang ke luar. Nampak belukar padang rumput ilalang yang sangat luas sejauh mata memandang. Muanza daerah kering tandus dimana situasi ekonominya sangat memprihatinkan. Jalur jalur ekonomi dipengaruhi kondisi daerah daerah sekitarnya.

Saya berdoa semoga situasi keamanan dan keteraturan sosial senantiasa dapat terkendali walau kondisi masyarakatnya sangat miskin. Pada suatu hari setelah berdoa sore, saya makan malam dan cuaca sangat panas malam itu. Setelah berbincang bincang dengan Mayor Burhan saya tidur.

Pada saat tidur saya bermimpi ditemui pemilik rumah yg kami tempati. Sepertinya seorang pegawai negeri kelas menengah yg bekerja pada jawatan kereta api. Bisa juga sebagai kepala stasiun Muanza. Dia bukan orang lokal afrika. Mungkin keturunan Portugis.

Dia menceritakan bahwa di sekiling halaman rumah ia menyimpan hartanya. Dia dibunuh oleh saudaranya dan jasadnya dibuang di ruang bawah tanah tempat penyimpanan arang. Saya terbangun dan aneh mimpi ini kok sptnya benar benar terjadi.

Paginya saya ceritakan kepada mayor Burhan, cerita belum selesai beliau ngomel:” kamu ini cerita itu kamu ceritakan ke saya, sudah tidak usah cerita begitu2 lagi”. Saya langsung diam tidak melanjutkan cerita mimpi saya.

Letnan Satu Chryshnanda bersama warga setempat

Namun rasa rasanya kok saya harus cerita ke teman saya polisi dari Bunieau Bissau yang bernama Louis Cool Jata. Louis mendengarkan dg seksama cerita saya. Suatu sore menjelang malam dia membawa 6 orang lokal yg sudah membawa cangkul untuk mencari harta seperti yang ceritakan kepadanya.

Sekira satu setengah jam kemudian saya mendengar teriakkan mayor Burhan :” chrysh …keluar … itu cerita mimpimu jadi kenyataan”. Saya menjawab :” kenyataan bagaimana bang?”. “mereka menemukan gading besar besar ada 12 buah” jawab mayor Burhan. ” ah biar saja bang ” jawab saya. ”

Kita harus dapat bagian, krn dari halaman rumah yg kita tempati dan dari cerita mimpimu” mayor Burhan menjelaskan kepada saya. ” saya ga mau bang..” jawab saya dg lantang. Mayor Burhan masih berusaha meyakinkan saya hingga akhirnya saya berteriak dr dalam rumah :” bang itu harta orang mati ga usah dipikir, abang mau pulang selamat atau tidak?”.

Tidak ada teriakkan lagi dari mayor Burhan. Saya teringat pesan kakek saya bahwa di daerah perang atau dalam tugas operasi jangan berpikiran tentang harta entah emas atau uang dan barang 2 berharga lainnya. Kalaupun menginginkan harus membeli jangan merampas atau merampok dari masyarakat.

Kata kakek saya orang-2 yang melakukan spt itu tidak selamat. Kakek saya seorang kopral TNI yg ikut perang dunia ke 2, perang kemerdekaan dan perang penumpasan RMS, permesta, DI TII. Saya ingat ingat betul pesan kakek saya untuk bekerja dg tulus dan sepenuh hati jangan memikirkan harta apalagi harta orang mati dan jangan merampas merampok harta di daerah perang. (cdl) Cerita lama diungkapkan kembali Jakarta tengah malam menjelang tg 14 pebruari 2021.

 47 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *