POSKOTA.CO-BecomeMore Indonesia kembali mengadakan konferensi pelajar untuk kelima kalinya. Sama seperti tahun 2021, BecomeMore Student Conference 2022 diadakan secara daring dan berhasil menggaet 390 audiens serta 124 peserta lomba studi kasus.
Tahun ini, BecomeMore didukung oleh Telkomsel, Sampoerna University, Media Education Consultant, Raffles College, Convivium, Yovie Music School, dan Medikids. Dengan mengangkat tema “Pemuda Mendisrupsi dengan Solusi yang Kreatif, Bertanggung Jawab, dan Berkelanjutan”, BecomeMore berharap konferensi pelajar dan lomba studi kasus ini dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Sejak tahun 2018, BecomeMore Student Conference selalu menerapkan nilai-nilai pembelajaran dan refleksi yang kuat dalam setiap rangkaian kegiatannya. Misalnya, pada tahun 2019, BecomeMore Student Conference berfokus pada pelatihan kemampuan berpikir kritis dengan fokus bahasan Sustainable Development Goals yang dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Personal Development pada BecomeMore Student Conference 2020.
Tidak hanya melalui lomba studi kasus, BecomeMore juga mengoptimalkan dampak bagi para pelajar melalui sesi webinar interaktif, ShareMore, yang kali ini mengundang sutradara legendaris Angga Dwimas Sasongko dari Visinema Pictures, CEO Kitabisa.com Alfatih Timur, Radinka Qiera sebagai COO Sekolah.mu, Marsya Nurmaranti selaku Executive Director Indorelawan, Founder Aha! Project Ara Kusuma, dan Rafa Jafar, penggagas eWasteRJ. Selain itu, para peserta juga difasilitasi dengan sesi diskusi NgobrolYuk guna merefleksikan setiap topik webinar yang telah dihadiri.

Rangkaian acara BecomeMore Student Conference 2022 dimulai dengan beberapa webinar, yang dibuka oleh webinar ShareMore pertama bertemakan “Cultivating Creativity” dengan pembicara Angga D. Sasongko dan Radinka Qiera. Melalui webinar ini dapat diambil beberapa poin penting yaitu tentang bagaimana suatu ide adalah sebagian kecil dari proses, karena sebagian besarnya adalah eksekusi. “Ada 6 milyar orang di dunia yang bisa jadi mempunyai ide yang sama, tapi kapasitas & eksekusinya berbeda,” ujar Mas Angga. Selain itu, Mbak Inka, panggilan akrab untuk Radinka Qiera, menambahkan bahwa dalam menjadi orang yang kreatif tidak melulu hanya seputar pandai menggambar, membuat film, atau melukis. Adding value dan menjadi problem solver juga mencirikan orang dengan kreativitas tinggi. Hari pertama pun turut dimeriahkan oleh webinar ShareMore kedua dengan tema “Taking Part in the Change” oleh Rafa Jafar dan Alfatih Timur yang memotivasi para peserta agar menjadi pribadi yang lebih peka akan lingkungan sekitar dan berani untuk menginisiasi sebuah perubahan.
Pada hari kedua, rangkaian webinar ShareMore dilanjutkan dengan sesi ketiga yang mengangkat tema “Learn, Relearn, dan Unlearn” mengenai proses serta aspek penting dalam belajar, baik dalam konteks kehidupan sehari-hari, akademik, dan lain sebagainya. Dalam webinar ini, salah satu panelis yaitu Ara Kusuma menegaskan pentingnya memperhatikan 4 hal; iman, akhlak, adab, serta bagaimana kita berbicara ketika sedang menuntut ilmu. Peserta webinar juga diingatkan untuk selalu bangga terhadap keunikan dan kelebihan masing-masing.
Ketiga webinar tersebut diikuti oleh rangkaian acara “NgobrolYuk”, di mana peserta yang sudah hadir dalam webinar dapat merefleksikan kembali segala ilmu yang baru diperoleh. NgobrolYuk juga membahas topik yang lebih umum seperti kreativitas, akademik, kesehatan mental, serta peran komunitas terhadap lingkungan sekitar dan individu. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan oleh pameran edukasi. Pameran ini diisi oleh berbagai komunitas/organisasi, agen pendidikan, serta universitas dalam maupun luar negeri. Dalam pameran edukasi ini, peserta dapat mengunjungi berbagai stan virtual untuk berkenalan dan bertanya langsung.
Beralih ke perlombaan Case-a-thon, BecomeMore kini telah memasuki tahun kedua dalam penyelenggaraan perlombaan studi kasus berskala nasional. Melalui Case-a-thon, para peserta tidak hanya diajak untuk berani mengutarakan ide atau solusinya bagi para mitra (UMKM/Organisasi/Lembaga) melainkan juga menambah rasa kepeduliannya terhadap sesama. Pada tahun ini, BecomeMore berhasil mengajak 8 mitra untuk bekerja sama dalam menyusun studi kasus dari 4 sektor yang berbeda; Industri Kreatif, Pendidikan, Kesehatan, dan lingkungan. Selain itu, terdapat 124 anak muda Indonesia—kategori umur junior (12 tahun – 15 tahun) dan senior (16 tahun – 19 tahun)—yang ikut serta dalam memberikan inovasi dan solusi terbaiknya guna membantu para mitra agar dapat terus berkembang. Berbeda dengan perlombaan lainnya, rangkaian acara Case-a-thon disusun sedemikian rupa untuk menambah kesadaran peserta akan masalah para mitra di setiap sektor yang ada.
Puncak rangkaian acara BecomeMore Student Conference 2022 dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2022, yakni penutupan resmi dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Case-a-thon. Perjalanan diskusi para dewan juri dan panitia yang berlangsung cukup lama akhirnya membuahkan hasil berupa nama para peserta yang berhasil memenangkan lomba.
Dari kategori junior, yang berhasil mendapatkan juara pertama adalah Chloe Xing (SMA Santu Petrus), Janice Gavrilla C.H. (SMAN 6 Kota Bogor), Maria Zakiyya S. (MTs Al-Qodiriyah), dan Kalya Salsabila A. (SMA Labschool Cibubur). Juara kedua diraih oleh Cyra Anindya A. (SMA Labschool Kebayoran), Rajaa Kayana A. (SMPN 4 Purwokerto), Queena Tasya M. (SMP Islam Sabilillah Malang), dan Rania Andalusia J. (Sekolah Cikal). Juara ketiga diraih oleh Helena Nyoman (SMP Santa Ursula Jakarta), Celine Angelina T. (SMP IPEKA Plus BSD), dan Jemima Raeleen T. (SMP IPEKA Plus BSD).
Sedangkan untuk kategori senior, yang berhasil mendapatkan juara pertama adalah Athaya Kiyasah (SMA KORPRI Bekasi), Afiyah Arinda P. (SMAN 2 Madiun), Fredella F. Soejoso (UPH College), dan Ni Made Adinda L. D. (SMAN 2 Kuta). Juara kedua diraih oleh Nadia Ayula A. (MAN 2 Kota Malang), Finayatus Sa’adah (MAN 2 Kota Malang), Tiffany Pamela A. (Universitas Brawijaya), dan Zahra Nasywa I. (Universitas Brawijaya). Serta juara ketiga oleh Jesslyn Jonarto, Ayu Septiyani S., Aura Nawamadani A., dan Nathan Neil B. dari SMA Jubilee School Jakarta.
Tentang BecomeMore Indonesia
BecomeMore Indonesia adalah sebuah komunitas bagi siswa SMP & SMA se-Indonesia, yang memiliki visi untuk menjadi wadah pengembangan diri dan pembelajaran nonformal bagi anggotanya serta mendorong mereka untuk menjadi versi terbaik dari dirinya masing-masing dengan menjembatani ketimpangan fasilitas edukatif diantara berbagai SMP & SMA se-Indonesia.
Proses pengembangan diri para anggota BecomeMore ini dibantu melalui konferensi tahunan, konten Instagram serta podcast, diskusi, lokakarya, acara olahraga bersama, dan lain sebagainya. Terhitung hingga Januari 2022, BecomeMore telah memiliki 2.000 anggota komunitas yang tersebar pada 750 sekolah dari seluruh penjuru Indonesia. (*/fs)







Komentar