oleh

Akibat Covid-19, Pendidikan di Indonesia Dilumpuhkan

POSKOTA.CO- Dunia seperti tergoncang dengan adanya virus yang mewabah, yang merambah seluruh aspek kehidupan, Jumat (19/2/2021).

Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berkumpul saling berinteraksi dengan sesama, yang tidak bisa hidup sendiri dan sangat membutuhkan peran orang lain, yang selalu membentuk pengelompokan sosial diantara sesama.

Namun mereka memerlukan adanya organisasi dijadikan wadah untuk berkumpul sambil melahirkan ide-ide, hal ini tidak bisa dipisahkan dari kelompok-kelompok sosial.

Kini harus dipaksakan untuk menutup diri bahkan mengasingkan diri dari lingkungan masyarakat.

Hal ini yang tidak disadari sehingga kita kurang berinteraksi sesama atau kerabat, pertemanan bahkan lingkungan pengabdiannya hanya karena virus yang menyerang negeri ini, Covid-19.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang dilanda oleh sebuah Wabah Virus yang dinamakan Covid-19, Virus Corona ini pertama kali berasal dari kota Wuhan Cina. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia hanya dalam waktu beberapa bulan saja.

Virus ini telah membuat masyarakat resah dan telah memakan banyak korban. Banyak warga negara Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit virus ini, dan banyak juga diantaranya yang berhasil pulih dari virus tersebut.

Dalam dunia Pendidikan Virus Corona (Covid-19) ini menjadi faktor utama penyebab terjadinya perubahan program pendidikan yang biasa dilaksanakan.

Dapat diuraikan diantaranya yaitu diliburkannya sekolah-sekolah, ditiadakannya UNBK dalam semua jenjang pendidikan, penundaan proses bimbingan skripsi, ditiadakannya pertemuan tatap muka dalam pembelajaran yang biasa dilaksanakan dikelas, serta proses perkuliahan diberhentikan.

Kini para dosen dan mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk proses belajar mengajar, berkomunikasi hingga melaksanakan UTS dan UAS.

Dalam aspek kebijakan pendidikan, semua institusi pendidikan diminta untuk menghentikan proses belajar mengajar di tempat menjadi bentuk belajar di rumah.

Kebijakan itu dimulai terhitung pada tanggal 16 Maret 2020 hingga sekarang, yang berarti membuat kegiatan pembelajaran pada kampus yang biasanya dilakukan secara konvensional, kini semuanya harus dialihkan menjadi model pembelajaran berbasis daring, semua itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran dari virus corona.

Namun seperti yang kita ketahui proses pembelajaran daring yang dilaksanakan masih kurang maksimal, ada hal-hal yang masih perlu diperhatikan diantaranya ialah adanya gangguan jaringan Khususnya dipelosok, minimnya paket data yang dimiliki, keterbatasan keuangan untuk beli gadget, dan lain sebagainya, yang dimana tentunya dapat menghambat proses belajar mengajar ditingkat Universitas.

Terlebih lagi Harus kita ketahui bersama bahwasanya Notaben Mahasiswa di Indonesia contohnya dilingkup UHO tidak semua masasiswanya berasal dari kota besar, ada yang tinggal di desa maupun pelosok.

Karena permasalahan ini sering kali jaringan internet memburuk. Apalagi ketika mati Lampu, otomatis Mahasiswa yang sinyalnya bergantung pada lampu tidak bisa mengikuti kelas online lagi, tidak bisa absen dan ikut dalam kelas online.

Akan bermasalah lagi ketika absen pada link dan dosen memberi tenggang waktu, bagaimana jika jaringan internet kami masih buruk? Apa kabar absen kami ? ”. Ujar Eko Wahyudi Mahasiswa UHO.

Bercermin dari situasi yang dialami saat ini, maka, secara tidak langsung bahwa negara kita masih dalam penjajahan, dimana yang dimaksud? Pendidikan di negara tercinta ini dilumpuhkan karena alasan pandemi cobid-19.

Jadi Semoga pandemic Corona (Covid-19) ini cepat teratasi dan keadaan bumi segera membaik supaya semua dapat beraktivitas seperti biasa dan aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal sebab hal ini dapat berdampak pada psikologis Mahasiswa dan menurunnya kualitas keterampilan Mahasiswa itu sendiri. (Jumardi)

 164 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *