oleh

Prihatin Kondisi Sampah Plastik, Pemuda Asal Bogor Tuangkan dalam Karya Ilmiah

-Kampus-230 views

POSKOTA. CO – Prihatin dengan kondisi sampah plastik yang mencemari lahan pertanian, pemuda asal Bogor ini lalu menuangkan gagasannya dalam karya ilmiahnya. Ide dan gagasannya ini ia kembangkan setelah membaca sejumlah artikel, jika tanah yang terkontaminasi mikroplastik akan berpengaruh terhadap produk pertanian yang dihasilkan dan jika sampai dikonsumsi akan menyebabkan gangguan hati, ginjal, dan sistem reproduksi pada manusia.

Thabed Tholib Baladraf, itulah nama pemuda inovatif ini. Atas hasil karyanya ini, Thabed yang merupakan salah satu penerima manfaat Komunitas Inspirator Muda (KIM) Region Jatim-Bali menyabet juara 1 Lomba Esai “Change of Agriculture 2020” yang diadakan oleh Politeknik Negeri Jember pada tanggal (30/10/2020) lalu.

Karya Thabed berjudul McD COMBI (Microplastic Degradation By Combination Worm) ini menghantarkannya menjadi juara.

Thabed bercerita, jika ide yang diangkat tentang pertanian ini di dasarkan atas keprihatinannya terhadap sampah plastik yang mencemari lahan pertanian.

“Saya punya ide itu karena berkaca pada permasalahan sekitar. Saya melihat sawah di sekitar rumah, disepanjang jalan bahkan sering saya temui sampah plastik dimana-mana. Padahal itu hubungannya sama yang kita konsumsi. Saya prihatin, karena negara agraris kualitas produk pertaniannya buruk. Dari situ saya coba cari-cari komponen biotik yang ramah lingkungan yang bisa mengatasi hal itu dan tidak meninggalkan unsur teknologinya,” kata Thabed.

Penggagas komunitas Inovasia-ID ini menuturkan, dalam menuangkan idenya, ia memanfaatkan komponen biotik ulat Galleria melonella dan Zhopobas morio yang dilengkapi sensor hiperspektral, guna mengatasi mikroplastik pada lahan pertanian.

Sensor hiperspektral diakui Thabed, bekerja mendeteksi letak mikroplastik, kemudian dilakukan penyebaran dua komponen biotik untuk mengatasi mikroplastik. Ia yakin, dua komponen biotik ini makanan utamanya adalah polimer.

“Di beberapa penelitian, tanah yang terkontaminasi mikroplastik akan berpengaruh terhadap produk pertanian yang dihasilkan dan jika sampai dikonsumsi akan menyebabkan gangguan hati, ginjal, dan sistem reproduksi. Inilah yang membuat saya bersemangat untuk melakukan riset ilmiah,” kata Thabed.

Putra semata wayang dari Puji Indri Antini ini mengaku, sejak SMK, dirinya telah menekuti dunia penulisan ilmiah. Namun sering kandas saat final bahkan saat seleksi awal.

Walau kerap kandas, Thabed mengaku, semangatnya tak pernah surut. Hingga pada akhirnya, semangat berinovasinya menghantarkan Thabed meraih kesuksesan.

Bahkan lebih dari dua puluh karya ilmiahnya membawanya menjadi juara nasional. Hebatnya, semua itu ia raih dalam kurun waktu akhir tahun 2019 hingga 2020. “Sangat bersyukur bisa bergabung di KIM Pondok Inspirasi Bogor. Saya benar-benar mendapatkan arahan bagaimana menulis karya ilmiah yang layak dilombakan. Saya termotivasi karena berada di lingkungan yang hebat dan membangun,” ujar Thabed.

Walau karya ilmiahnya telah melambungkan namanya, Thabed merupakan pemuda yang periang dan pekerja keras.
Bahkan di sela kesibukan perkuliahan yang di jalaninya, ia masih membantu sang ibu jualan jajanan di pasar.

Thabed juga kini aktif menjadi narasumber di beberapa pelatihan menulis karya ilmiah yang diselenggarakan Pondok Inspirasi.

“Saya hanya bersama ibu. Maka saya harus membahagiakannya dengan menjadi anak yang patuh. Prestasi yang saya raih, baik akademik maupun non akademik, saya persembahkan untuk ibu yang menyayangi, mencintai, merawat dan membimbing saya,” kata Thabed. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *