oleh

Lulusan FH UKI Tersebar di Berbagai Aspek Profesi

-Kampus-1.229 views

POSKOTA.CO – Mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dari dunia pendidikan universitas memang ditentukan oleh fasilitas maupun para pengajar yang mumpuni di bidangnya masing-masing, sehingga apa yang dihasilkan para sarjananya pun sudah mampu untuk bersaing di dunia kerja bersama yang lainnya.

Demikian pun seperti Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), di mana mereka berdiri tanggal 15 Oktober 1958 setelah lima tahun pendirian UKI yaitu pada 15 Oktober 1953.

Dijelaskan Dekan FH UKI Hulman Panjaitan, bahwa pada awal pendiriannya di FH UKI terdapat lima jurusan, yaitu jurusan hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara dan hukum internasional.

“Namun berjalannya waktu, kemudian sesuai dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang tidak lagi mengenal jurusan di fakultas hukum, maka di FH UKI hanya ada satu program studi, yaitu Program Studi Ilmu Hukum yang di dalamnya terdapat bidang peminatan atau konsentrasi, yaitu hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum internasional, hukum ekonomi, dan praktisi hukum,” kata Hulman Panjaitan yang juga ketua Ikatan Alumni Pascasarjana UKI, Kamis (9/7/2020).

Ditambahkan Hulman, bahwa pada periode pertama akreditasi perguruan tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tahun 1998, FH UKI mendapat peringkat akreditasi A dengan skor tertinggi di antara seluruh fakultas hukum yang diakreditasi saat itu.

“Dan saat ini, Prodi Hukum FH UKI menyandang peringkat akreditasi A. Di tingkat nasional, FH UKI menempati urutan 23 dari seluruh fakultas hukum di Indonesia,” ujarnya.

Bicara masalah kelulusan, kata Hulman, dalam menjamin lulusan yang handal dan berkualitas, FH UKI menawarkan kurikulum yang mengacu kepada Kerangka Kualifiaksi Nasional Indonesia (KKNI) dengan secara berkala melakukan evaluasi dengan melibatkan para pemangku kepentingan, yaitu alumnus, pengguna baik instansi pemerintah maupun swasta.

“Selain itu, didukung pula dengan para pengajar yang bergelar doktor dan guru besar yang benar-benar ahli di bidangnya, selain akademisi yang juga sekaligus praktisi sehingga transfer of knowledge benar-benar terjamin dan berkualitas,” lugasnya.

Di sisi lain, terdapat mata kuliah magang dan sejumlah mata kuliah kemahiran untuk mendukung dan menjamin lulusan yang berkualitas. Berbicara para lulusan yang sudah mumpuni, kata Hulman, dapat dilihat kualitas lulusan FH UKI yang tersebar dalam berbagai aspek profesi seperti aparat penegak hukum, eksekutif dan legislatif, di antaranya adalah Dr Albert Hasibuan SH (mantan watimpres dan advokat), Dr Agustis Teras Narang (mantan gubernur dan saat ini anggota/Ketua Komite I DPD RI), Prof Dr John Pieris SH, MS (mantan anggota DPD RI), Dr Artha Thresia Silalahi (hakim tinggi), Thomas Tampubolon (sekjen DPN Peradi), dan sejumlah tokoh lain.

“Mereka yang kuliah di FH UKI berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dari segi persentase dominan dari Jabodetabek ditambah dari daerah Sumatera Utara, Indonesia bagian timur, Papua dan Jawa-Bali,” ujar Hulman.

“Untuk para calon mahasiswa yang dianggap berprestasi, kata Hulman, diberikan beasiswa penuh melalui penerimaan mahasiswa jalur undangan termasuk bagi mahasiswa berprestasi. Kampus FH UKI adalah kampus Bhinneka Tunggal Ika baik dari segi suku dan agama, karenanya kampus nasional,” ungkapnya.

Bicara masalah keunggulan komparatif sekaligus merupakan profil FH UKI adalah, praktisi hukum. Dalam arti lulusan FH UKI, kata Hulman, lebih diarahkan untuk menjadi seorang praktisi handal, yaitu untuk menjadi advokat, konsultan, kurator, notaris, jaksa, hakim, legislator, diplomat dan praktisi lainnya.

“Maka dari itu, untuk mendukung keunggulan dan profil lulusan FH UKI sebagai praktisi hukum, maka sejumlah sarana dan prasarana baik yang bersifat utama maupun supporting tersedia dengan sebaiknya, dimulai dengan ruang kuliah yang kondusif dan representatif dilengkapi dengan AC dan teknologi fasilitas pembelajaran, adanya ruang khusus peradilan semu (moot court), ruang debat mahasiswa, dan sejumlah unit kegiatan mahasiswa (UKM), di antaranya UKM Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa (FDIM), Lembaga Pers Mahasiswa GEMA, Suara Mahasiswa, Peradilan Semu, C’mara Buana atau pencinta alam, olahraga dan persekutuan mahasiswa. Terdapat perpustakaan tersendiri selain perpustakaan UKI dan ruang laboratorium dan pusat bantuan hukum,” beber Ketua Ikatan Alumni Pascasarjana UKI ini.

Lebih lanjut dikatakan Hulman, hampir setiap tahun UKM Persemu FH UKI mendapat peringkat II Peradilan Semu Tingkat Nasional, serta menjuarai Lomba Debat Tingkat Nasional. Di bidang kerja sama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, FH UKI menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta, baik dalam maupun luar negeri, di antaranya adalah dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumhan), sejumlah perusahaan swasta dan Hans Seidel Foundation (HSF) sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Jerman. Memiliki tiga desa binaan di daerah Sumatera Utara dan Banten.

“Untuk memudahkan para pendaftar calon mahasiswa, maka pendaftaran dapat dilakukan secara online, termasuk tes ujian saringan masuk melalui website UKI di http://www.uki.ac.id atau registrasi online di pmb.uki.ac.id, dan juga disediakan jalur undangan dan jalur prestasi,” jelasnya. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *