oleh

Tim Gabungan PMJ dan Polres Depok Cokok Dua Pelaku Pembunuhan di Sukmajaya

POSKOTA.CO – Tim Gabungan Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) dan Satreskrim Polres Metro Depok menangkap dua pelaku pembunuhan IR (18) dan RT (25), lokasi kejadian pembunuhan di Setu Pengarengan, Sukmajaya, Kota Depok, pada Rabu (15/4/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pelaku IR seorang pengamen sebagai otak pelaku pembunuhan, dan temannya RT ingin menguasai harta milik korbannya D (30).

“Pelaku sudah dua kali mencari sasaran, sasaran pertama gagal. Untuk sasaran kedua dengan inisial D, pelaku berhasil melakukan pembunuhan dan mengambil harta korban,” ucap Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (27/4/2020).

Menurut Yusri, korban D saat dibonceng pelaku dari Boker Pasar Rebo dengan menggunakan sepeda motor mau diajak ke kosan pelaku. Saat korban sedang berdiri, korban langsung didekap dari belakang dan dipiting, kemudian leher korban digorok dengan celurit hingga tewas.

“Kemudian pelaku mengambil barang milik korban di antaranya cincin, handphone, kalung, uang sebesar Rp1.300.000,” ujar Yusri.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim gabungan melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku IR berhasil ditangkap pada Jumat (24/4/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, di Jl Pekapuran, depan Amal Mulia Kelurahan Sukatani Tapos Depok.

“Setelah dilakukan pengembangan terhadap pelaku IR, berhasil ditangkap pelaku RT pada hari Sabtu tanggal 25 April 2020 pukul 09.00 di rumah pelaku di Kampung Tipar Mekar Sari Cimanggis, Depok,” katanya.

Menurut keterangan pelaku RT, cincin dijual di Pasar Rebo Jaktim, sedangkan kalung dijual pelaku IR ke Pasar Cisalak Sukmajaya Depok pada hari Jumat tanggal 24 April 2020.

Selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polsek Sukmajaya Depok guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP jo Pasal 338 dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun, jo Pasal 340 KUHP diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. (*/rel)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *